Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini
- Ilustrasi AI/ChatGPT - YouTube/dr. Richard Lee, MARS
tvOnenews.com - Nama Dokter Richard Lee kembali menjadi perbincangan publik.
Selain kasus hukum yang tengah dihadapinya, isu terkait status mualafnya juga ikut mencuri perhatian setelah adanya kabar pencabutan sertifikat mualaf oleh pihak terkait.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh pendakwah Hanny Kristianto dari Mualaf Center Indonesia (MCI) melalui kanal YouTube Reyben Entertainment pada Minggu (3/5/2026).
Meski demikian, Koh Hanny menegaskan bahwa pencabutan itu hanya bersifat administratif dan tidak memengaruhi status keislaman dr Richard Lee.
Diketahui, dr Richard Lee sebelumnya telah mengucapkan syahadat pada 5 Maret 2025.
Momen tersebut berlangsung dengan pendampingan Ustaz Derry Sulaiman dan Ustaz Felix Siauw.
- YouTube dr. Richard Lee, MARS
Di tengah ramainya isu tersebut, terungkap bahwa jauh sebelum kabar pencabutan sertifikat mencuat, dr Richard Lee telah lebih dulu membicarakan keputusannya terkait mualaf dengan sang istri, dr Reni Effendi.
Dalam salah satu podcast di kanal YouTubenya, dr Richard mengungkap bahwa pembahasan soal keyakinan bukanlah hal yang baru bagi mereka berdua.
“Jauh sebelum aku ngomong di media, aku kan juga sudah ngomong beberapa kali dengan kamu. Sudah menjadi bahan pembicaraan kita berdua, bahwa aku konsisten dari dulu, pengen belajar, pengen tahu,” ungkap dr Richard pada istrinya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan untuk konsumsi publik, melainkan bagian dari proses pribadi yang dijalaninya.
“Permasalahan ‘iya’ atau ‘tidak’ menurutku itu bukan konsumsi publik untuk sekarang ini dan aku tidak mencari uang dari sana,” tambahnya.
- Instagram @renieffendi24
Pandangan Sang Istri: Agama Adalah Hal Personal
Menanggapi hal tersebut, dr Reni Effendi menyampaikan pandangannya dengan cukup bijak.
Ia menilai bahwa urusan agama merupakan sesuatu yang sangat personal dan tidak perlu diperdebatkan secara terbuka.
“Kalau menurut aku agama itu masalah personal ya,” ujar dr Reni.
Ia juga menekankan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab masing-masing terhadap keyakinannya, terutama dalam menjalani kehidupan hingga akhir hayat.
“Aku pernah bilang kan, kalau kita meninggal itu kan sendiri-sendiri, nah agama ini kan salah satu yang mengatur cara kita hidup, antara dunia dan akhirat,” lanjutnya.
Load more