news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bertemu dengan pihak keluarga Aman Yani, sosok yang disebut terdakwa menjadi pelaku kasus pembunuhan Haji Syahroni sekeluarga di Indramayu.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Hadirkan Keluarga Aman Yani, KDM Temukan Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu: Hilang sejak 2016

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mendapat 5 fakta terbaru kasus pembunuhan satu keluarga Haji Syahroni di Indramayu setelah menghadirkan keluarga Aman Yani.
Rabu, 6 Mei 2026 - 03:14 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menemukan sejumlah fakta terbaru terkait Aman Yani. Hal ini sebagai sikap mengawal kasus pembunuhan satu keluarga Haji Syahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu pada akhir Agustus 2025. 

KDM mengulik seputar Aman Yani. Dalam video viral, terdakwa Ririn Rifanto menyebut Aman Yani sebagai salah satu di antara pelaku hingga otak dalam kasus pembunuhan Haji Syahroni sekeluarga.

Adapun lima korban pembunuhan ini, antara lain Haji Syahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan. Mereka ditemukan dalam satu gundukan tanah pada 1 September 2025.

"Saya bukan pelaku pembunuhan. Pelakunya Aman Yani, Hardi, Yoga, sama Joko," ungkap Ririn sambil berteriak saat diseret menuju mobil tahanan seusai persidangan di PN Indramayu dikutip, Rabu (6/5/2026).

KDM pun menyikapi babak baru kasus pembunuhan secara tragis ini. Ia mendapatkan beberapa informasi mengenai Aman Yani saat menghadirkan pihak keluarganya yang diunggah melalui akun YouTube pribadinya pada Selasa, 5 April 2026.

Deretan Fakta Terbaru Sosok Aman Yani Ditemukan KDM dalam Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menghadirkan keluarga Aman Yani, sosok yang disebut terdakwa sebagai pelaku otak kasus pembunuhan satu keluarga Haji Syahroni di Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Di momen itu, KDM bertemu dengan adik, keponakan, dan kuasa hukum keluarga Aman Yani, Ruslandi. Simak di bawah ini!

1. Asal Aman Yani

Dedi Mulyadi bertanya kepada adik Aman Yani terkait identitasnya. Aman Yani berasal dari Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Indramayu, Jawa Barat.

"Punya istri? Tapi pisah ya sekarang?," tanya KDM.

Adik Aman Yani tak membantah hal tersebut. Bahkan, Aman sudah mempunyai tiga orang anak.

2. Karier Aman Yani

Lebih lanjut, KDM ingin mengetahui seputar karier Aman Yani. Ia sudah mendapat informasi bahwa sosok Aman pernah bekerja sebagai pegawai bank di sebuah perbankan.

Adik Aman menambahkan bahwa, kakaknya juga pernah berprofesi sebagai sekuriti di sebuah perusahaan. Namun karier profesionalnya lebih berkecimpung menjadi pegawai bank.

"Terakhir ketemu sama almarhum ibu itu dia bilangnya 'saya pensiun dini'," ungkap adik Aman Yani.

3. Menghilang 10 Tahun Lalu

Adik Aman mengungkapkan fakta bahwa sosok kakaknya sudah menghilang sejak memutuskan pensiun dini. Hal ini menimbulkan rasa penasaran bagi Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan bahwa, Aman sudah menghilang sejak 10 tahun lalu, tepatnya pada 2 Januari 2016. Namun pihak keluarga tidak melaporkan berita kehilangan Aman Yani ke polisi.

"Melapor ke polisi soal menghilangnya?," tanya KDM.

"Tidak. Waktu itu masih statusnya ada istrinya. Hanya mencari katanya ada ada di sini, katanya ada di sini," tuturnya.

Selaras dengan pernyataan kuasa hukum keluarga Aman Yani, Ruslandi saat mendampingi keluarga membuat laporan ke Mapolres Indramayu, Minggu (3/5/2026) malam.

Pihak keluarga Aman Yani melaporkan salah satu terdakwa, Priyo Bagus Setiawan. Ruslandi mengatakan, kliennya kaget dan keberatan atas tuduhan tersebut.

Pasalnya Aman Yani sudah hilang kontak. Bahkan keberadaannya tidak diketahui sejak Maret 2026, dengan alasan berpamitan kepada ibunya untuk membuka usaha di Bandung setelah pensiun dini.

4. Keluarga Aman Yani Didatangi Terdakwa Ririn Rifanto

Di tengah pencarian itu, adik Aman Yani mengungkap fakta yang mengejutkan KDM. Kata dia, hilang kontak sang kakak berkaitan dengan terdakwa, Ririn Rifanto.

"Ririn itu Desember 2023 ketemu sama kami di rumah ibunya ini (kakak Aman Yani), dia bilang kalau ada informasi tentang Kang Aman," ungkapnya.

Adik Aman menjelaskan alasan Ririn mendatangi kediaman keluarganya. Terdakwa mengaku diberi kuasa agar mencairkan dana pensiun Aman Yani.

"(Ririn) menyuruh saya untuk mengisi formulir yang dia bawa sebagai ahli waris. Dia juga menunjukkan surat kuasa juga yang ngaku dari kakak saya, Aman Yani," katanya.

"Lho kan belum meninggal. Kalau minta persetujuan ahli waris, yang harus memberikan persetujuan itu istri dan anaknya dong," tegas KDM.

Adik Aman Yani menegaskan pihak keluarga menolak pengisian surat tersebut. Namun mereka tidak mengetahui apakah sudah disetujui oleh mantan istri atau anak Aman.

"Makanya kami tolak. Setelah itu sudah nggak ketemu lagi," ucap adik Aman.

"Nanti tinggal dicek yang mengambil uang dana pensiun itu kalau sudah mengambil itu siapa. Saya tidak mau menuduh siapapun, saya bersikap netral, objektif dalam masalah ini. Saya hanya ingin menggali penasaran kenapa kok ramai banget. Saya ingin melihat kebenaran yang objektif berdasarkan fakta, bukan berdasarkan asumsi," bebernya.

5. Ririn Keponakan Mantan Istri Aman Yani

Kemudian, adik Aman mengungkapkan bahwa terdakwa adalah keponakan dari mantan istri kakaknya. Ririn terakhir kali bertemu dengan Uyat Suratman, salah satu adik Aman Yani untuk pencairan uang pensiun Aman.

"Pertemuannya itu aja disuruh mengaku jadi Kang Aman katanya, 'Eh, itu hukum, nggak boleh nanti Kang Uyat dipenjara kan namanya ada'. Untungnya tidak (tanda tangan), waktu itu baru disuruh," tuturnya.

Dari penuturan keluarga Aman Yani, Dedi Mulyadi menjelaskan, hal ini sebagai pembuka ruang mengungkapkan kasus pembunuhan satu keluarga Haji Syahroni.

"Hari ini fokusnya tidak hanya di kasus pembunuhan yang terjadi, tetapi dengan disebutkannya nama Aman Yani dianggap dalam pengakuan terdakwa adalah pembunuhnya adalah Aman Yani, artinya memberikan ruang bagi penyidik untuk menggali ini sebagai informasi baru, apakah akan menguatkan atau melemahkan terhadap kasus yang sedang berjalan atau apakah akan membuka kasus baru, yaitu apakah Aman Yani itu ada? Apakah masih hidup atau sudah meninggal? Kita jawab nanti, biarkan fakta yang berbicara dan biarkan polisi bekerja secara profesional," tukas Dedi Mulyadi.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
02:50
04:42
00:59
01:38
05:04

Viral