- instagram Rieke Diah Pitaloka
Rieke Diah Pitaloka Murka Soal Kasus Pelecehan Seksual Santriwati yang Diduga Dilakukan Oleh Kiai Ashari: Sanksi Berlapis, Jangan Kasih Ampun!
tvOnenews.com - Nama Kiai Ashari mendadak menjadi sorotan nasional setelah dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati mencuat ke publik.
Kasus yang menyeret pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu itu memantik kemarahan masyarakat karena dianggap mencoreng dunia pendidikan agama sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap institusi pesantren.
Gelombang reaksi keras pun bermunculan, termasuk dari artis sekaligus anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Melalui unggahan Instagram pribadinya, ia mengecam keras tindakan yang diduga dilakukan Kiai Ashari.
Dengan nada emosional, Rieke menegaskan bahwa tindakan pencabulan dan kekerasan seksual tidak memiliki tempat dalam ajaran agama apa pun, terutama Islam.
Reaksi Keras Rieke Diah Pitaloka soal Kasus Pelecehan Seksual di Pondok Pesantren
Dalam video yang diunggah di media sosial, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan kritik tajam terhadap pelaku kekerasan seksual yang membawa nama agama.
Ia bahkan menggunakan tagar #NoViralNoJustice dan #SanksiPidanaBerlapisBagiPelakuKekerasanSeksual sebagai bentuk dorongan agar kasus seperti ini tidak berhenti di tengah jalan.
Sanksi Pidana Berlapis Bagi Pelaku Kekerasan Seksual: Sikat
"Assalamualaikum bestie-bestie aku. kembali lagi di #NoViralNoJustice dengan hastag kita #sanksipidanaberlapisbagipelakukekerasanseksual. Sikat! Hadeuh itu aki-aki pake bawa-bawa nama agama. Lu cabul-cabul aja. Lu jangan jelek-jelekin yang namanya kiai," ujarnya dengan tegas mengutuk dugaan aksi kekerasan seksual tersebut.
"Lu jangan jelek-jelekin yang namanya itu pesantren. Jangan merusak yang namanya Islam. Gak ada di Islam, pake ajaran mana. Yang namanya pencabulan dan kekerasan seksual diizinkan. Ngawur! Kebangetan lu pake ngabur juga! Kebangetan juga kalo yang kabur Ahsari si aki-aki ini kagak bisa ketangkep. Tapi kabarnya, pihak kepolisian, bestie-bestie di kepolisian sudah berhasil menangkap . Kita tunggu berita resminya, emang bener tu aki-aki ketangkep. Jangan kasih ampun. Gak ada tersangka ggak langsung ditahan. Sanksi berlapis. Pidana berlapis. Tegakkaan hukum!," ujar Rieke Diah Pitaloka.
Politikus yang dikenal vokal dalam isu perlindungan perempuan dan anak itu juga meminta aparat bertindak tanpa kompromi. Ia menekankan bahwa pelaku kekerasan seksual harus dijerat dengan sanksi pidana berlapis agar memberi efek jera.
“Kalo kekerasan seksual dinormalisasikan maka kejahatan lainnya juga dianggap normal,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut langsung viral dan menuai dukungan luas dari publik. Banyak warganet menilai suara lantang Rieke menjadi representasi kemarahan masyarakat atas dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan berbasis agama.
- tangkapan layar instagram Rieke Diah Pitaloka
Kiai Ashari Buron hingga Ditangkap Polisi di Wonogiri
Sebelumnya, keberadaan Kiai AS atau Kiai Ashari sempat menjadi misteri setelah ia dikabarkan menghilang dan tidak memenuhi panggilan penyidik. Pengasuh pondok pesantren di Pati itu bahkan disebut berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pemeriksaan aparat kepolisian.
Kasus ini semakin menyita perhatian karena tersangka diduga melarikan diri hingga ke luar wilayah Jawa Tengah. Polisi kemudian melakukan pencarian intensif setelah Ashari mangkir tanpa memberikan keterangan jelas.
Setelah beberapa hari menjadi buronan, aparat akhirnya berhasil menangkap Kiai Ashari di wilayah Purwantoro, Wonogiri. Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polresta Pati.
Foto penangkapan yang beredar di media sosial melalui akun Instagram @lambeturah memperlihatkan tersangka berada di Mapolsek Purwantoro bersama aparat kepolisian.
Dalam foto itu, wajah Ashari tampak mengalami luka lebam yang langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Mengutip berbagai sumber, tersangka kemudian dibawa menuju Kabupaten Pati untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Mapolresta Pati.
“Pagi ini Kamis (7 Mei 2026), tersangka kami bawa ke Mapolresta Pati,” ujar anggota polisi yang merekam proses penangkapan tersebut.
Pihak kepolisian juga disebut akan segera memberikan keterangan resmi terkait penangkapan dan perkembangan penyidikan kasus pelecehan seksual itu.
Pondok Pesantren Lumpuh Total, Korban Diduga Capai Puluhan Orang
Kasus dugaan pelecehan seksual di pondok pesantren Ndolo Kusumo memicu gelombang kemarahan publik setelah informasi mengenai jumlah korban mulai terungkap. Berdasarkan keterangan yang beredar, korban diduga mencapai puluhan santriwati.
Fakta tersebut membuat kasus ini menjadi salah satu dugaan kekerasan seksual paling menyita perhatian di lingkungan pesantren dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah mantan pengikut dan korban bahkan mulai berani membuka dugaan praktik penyimpangan yang disebut telah berlangsung di lingkungan ponpes.
Penyidik sebelumnya telah menetapkan Kiai Ashari sebagai tersangka setelah mengantongi alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi. Penetapan tersangka itu memperkuat dugaan adanya tindak pidana serius yang terjadi di balik aktivitas pendidikan keagamaan.
Dampak kasus ini juga terasa langsung di lingkungan pondok pesantren. Warga setempat menyebut aktivitas di Ponpes Ndolo Kusumo kini lumpuh total. Tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas keagamaan seperti biasanya.
Situasi tersebut memperlihatkan betapa besar dampak sosial dari kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama seorang pengasuh pondok pesantren.
Di satu sisi, masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan. Di sisi lain, banyak pihak meminta agar kasus serupa tidak dijadikan alasan untuk menggeneralisasi seluruh pesantren.
Sebab, ribuan pondok pesantren lain di Indonesia tetap menjadi pusat pendidikan agama dan moral bagi jutaan santri. Namun kasus Kiai Ashari menjadi pengingat keras bahwa pengawasan, perlindungan santri, dan penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. (udn)