- Cepi Kurnia/tvOne
Warga Jabar Berbondong-bondong Minta Dedi Mulyadi Fokus Atasi Kendala Akses SMKN 1 Rancabali, Bukan'Status' Sekolah
"Lalu solusi untuk anak-anaknya apa pak? Inget itu bukan kota loh pak, jadi dengan jarak yang jauh bisa sangat menyulitkan mereka. JANGAN SAMPAI AKIBAT INI BANYAK ANAK YANG TIDAK TERPENUHI HAK NYA BERPENDIDIKAN," tulis salah seorang warganet @samiajixxx, di kolom komentar.
"Pak Dedi mending turun ke lapangan, Cipelah ke Panundaan itu jauh. Bohong pak gak 30 menit, saya aja baik mobil sejam 1/2," timpal netizen lain @risnaxxx.
"Pak @dedimulyadi71 saya kemarin datang langsung ke SMKN 1 Rancabali yang jadi masalah adalah jarak. Jarak yang teramat sangat jauh mengingat tidak ada kendaraan umum.. terancam tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Ortupun gak semua mampu memfasilitasi kendaraan pribadi," tulis @qibixxx.
- jabarprov.go.id
Beberapa komentar lain mencoba meluruskan bahwa inti persoalan sebenarnya bukan penutupan sekolah, melainkan kekhawatiran siswa terhadap akses menuju lokasi baru.
"Pak coba tonton di video yang asli, bukan di Disdikjabarnya. Siswinya jelas kok ngasih tahu kalau bangunan dipindahkan tapi jauh. Mungkin salah dia menggunakan kata 'ditutup'. Jadi bapak salah paham, disdik salah paham. Jadi itu berita jelas bukan disinformasi pak," tulis @sekitarbandung, mencoba meluruskan yang sebenarnya terjadi.
Pasalnya, dalam unggahan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa informasi soal sekolah ditutup merupakan disinformasi.
Ia menyebut sekolah tetap berjalan, hanya berpindah lokasi ke tempat baru yang dianggap lebih layak secara hukum dan fasilitas.
"Sejatinya bukan ditutup, tapi dipindah ke lokasi yang baru. Hatur nuhun kepada @infokabbandung.co yang telah turut memberikan informasi tentang disinformasi yang terjadi. Sehingga kami dapat memberikan penjelasan utuh," kata Dedi Mulyadi, dalam keterangan unggahan Instagramnya tersebut.
Hingga kini, belum ada arahan dan kebijakan lebih lanjut dari Dedi Mulyadi maupun pihak Disdik Jabar untuk solusi dari masalah ini. (asl)