news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Dedi Mulyadi Dicegat Emak-emak Kampung Pasir, Keluhkan Asap Arang Batok Selama Belasan Tahun

Perjalanan Dedi Mulyadi ke Eks Hibisc mendadak dihentikan emak-emak Kampung Pasir yang mengeluhkan asap arang batok selama 15 tahun. Simak berita selengkapnya!
Minggu, 10 Mei 2026 - 09:09 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perjalanan Dedi Mulyadi mendadak terhenti saat sekelompok emak-emak dari Kampung Pasir memberanikan diri menghampiri rombongan pejabat yang melintas. 

Dengan nada penuh harap, mereka mengeluhkan asap arang batok kelapa yang disebut sudah mengganggu kehidupan warga selama belasan tahun kepada Dedi Mulyadi.

Momen itu terjadi ketika Dedi Mulyadi bersama jajaran Pemprov Jawa Barat dan Bupati Bogor baru saja meninggalkan kantor bupati untuk menuju kawasan Eks Hibisc di Puncak Bogor. 

Tanpa ragu, para wanita tersebut langsung menyampaikan keresahan yang selama ini mereka rasakan di lingkungan tempat tinggalnya.

Diketahui, Eks Hibisc merujuk pada lahan bekas objek wisata Hibisc Fantasy Puncak di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. T

empat wisata itu dibongkar pada Maret 2025 atas instruksi Dedi Mulyadi karena dianggap melanggar izin alih fungsi lahan dan disebut menjadi salah satu penyebab banjir bandang di kawasan tersebut.

Momen keluhan warga Kampung Pasir itu terlihat dalam tayangan YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL yang tayang pada 9 Mei 2026.

“Bapak, aku punya keluhan, bapak. Asap arang batok, Pak, di kampung saya, Pak,” ucap seorang wanita.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung memanggil Bupati Bogor untuk ikut mendengarkan keluhan warga.

“Sudah 15 tahun, Pak,” lanjut wanita tersebut.

“Arang batok, jadi ada pembuatan batok kelapa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Iya, Pak. Asapnya ke rumah-rumah, Pak, di kampung,” tegas wanita itu.

“Kampung mana?” tanya Dedi Mulyadi lagi.

“Kampung Pasir, Pak,” jawab warga.

Tak hanya itu, warga juga mengaku aktivitas pembakaran kerap dilakukan hingga larut malam dan membuat mereka semakin terganggu.

“Kalau pembakarannya juga jam 10 malam, jam 11 malam,” lanjutnya.

Setelah mendengar langsung keluhan tersebut, Dedi Mulyadi kembali meminta Bupati Bogor untuk segera menindaklanjuti persoalan yang dikeluhkan warga Kampung Pasir.

“Siap, itu kan tugas bupati,” ujar Dedi sebelum melanjutkan perjalanan bersama rombongan.

Momen sederhana itu pun langsung menjadi perhatian publik. Banyak warganet menilai keberanian emak-emak Kampung Pasir menghentikan rombongan pejabat demi menyampaikan keresahan warga patut diapresiasi. 

Di sisi lain, respons cepat Dedi Mulyadi yang langsung memanggil pihak terkait juga menuai beragam komentar dari masyarakat.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral