- Instagram t_jo
Berkah Dikunjungi Sherly Tjoanda, Suku Togutil Langsung dapat Bantuan dari Pemerintah, Gubernur Malut: Mereka harus Maju
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda belum lama ini mengunjungi warganya di daerah, mereka disebut suku Togutil.
Dalam kunjungannya, Sherly Tjoanda memperhatikan kesehatan suku Togutil yang ternyata perlu diperhatikan. Juga kehidupannya dalam jangka panjang.
Menurutnya, mereka membutuhkan pendampingan berkelanjutan bagi komunitas adat agar mereka bisa berkembang mengikuti zaman namun tetap melestarikan tradisi leluhur.
- Instagram/@s_tjo
"Suku Togutil harus kita dampingi dan diberdayakan sesuai potensi yang dimilikinya. Mereka harus maju sesuai perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan tradisi," ujar Gubernur Malut itu, dikutip dari Antara, Minggu (10/5).
Perlu diketahui, suku Togutil merupakan komunitas yang awalnya hidup berpindah-pindah dengan pola mata pencaharian berburu dan meramu ("food gathering").
Setelah kunjungannya tersebut, suku Togutil menjadi dikenal publik. Mereka juga mendapat perhatian lebih saat ini.
- Instagram t_jo
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan pemberian bantuan nutrisi hingga edukasi pola hidup sehat.
Ini bagian dari respons cepat atas kondisi kehidupan warga Suku Togutil di kawasan hutan Tayawi, Tidore, Maluku Utara,
Kepala Sentra Wasana Bahagia Ternate, Osep Mulyani dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, NTT, mengatakan intervensi ini dilakukan berdasarkan hasil pemetaan Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) untuk memenuhi kebutuhan dasar warga suku yang masih memegang teguh adat tradisi tersebut.
"Setelah dilakukan pemetaan di lapangan, kami memenuhi kebutuhan warga di sana terkait penguatan nutrisi, pemenuhan kebutuhan hidup sehat, kebersihan diri, hingga pemberian sandang dan pemeriksaan kesehatan," katanya.
Dalam kunjungannya, Sherly Tjoanda Laos juga memperhatikan kondisi keluarga, sumber pangan, hingga berbagai keterbatasan yang masih dihadapi masyarakat di kawasan pedalaman tersebut.
Sebagian warga diketahui masih tinggal di rumah sederhana dengan fasilitas yang sangat terbatas. Sehubungan dengan permasalahan di sana, Pemprov Malut pun lakukan perekaman kartu tanda penduduk bagi masyarakat Suku Togutil.
Pendataan tersebut, dinilai penting guna bisa terdaftar secara resmi dan memperoleh akses bantuan sosial maupun program pembangunan lainnya.
“Perekaman KTP harus dilakukan supaya semuanya terdata dan pembangunan rumah bisa segera diproses,” jelas Sherly dalam Instagramnya.
Sebagaimana diketahui, Sherly berkunjung ke Desa Koli, Oba, Kota Tidore Kepulauan pada Rabu (6/5/2026) kemarin. Itu salah satu langkah nyata pemerintah daerah memperhatikan keberlangsungan hidup masyarakat adat yang selama ini tinggal jauh dari pusat pelayanan publik.(klw)