news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

DPR Telepon Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com /Instagram Rifqinizamy Karsayuda

Berkah Viral karena Ikut Cerdas Cermat Empat Pilar, Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak dapat Beasiswa dari DPR ke Cina

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menelepon langsung Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak. Dia memberikan kabar gembira
Rabu, 13 Mei 2026 - 11:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Tidak pernah diduga oleh Ocha sebagai siswi dari SMAN 1 Pontianak menjadi viral di media sosial (Medsos) karena mengikuti cerdas cermat empat pilar MPR.

Ocha alias Josepha Alexandra viral karena dianggap berani dalam menyampaikan pendapat di tengah perlombaan yang diduga adanya kelalaian dari dewan juri dan MC

Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah keputusan juri LCC 4 Pilar MPR RI
Sumber :
  • Instagram @jsphalxndra

Dia pun mendapatkan rezeki nomplok setelah dirinya viral, karena langsung diundang DPR. Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda memberikan hadiah istimewa berupa beasiswa.

Hadiah tersebut disampaikan Rifqinizamy Karsayudadalam unggahan Instagram pribadinya. Jika Ocha diundang langsung dari Kalimantan ke Jakarta. 

"Sebagai bentuk apresiasi, Saya juga menawarkan kepada Josepha beasiswa S1 ke Tiongkok dan mendapatkan ikatan kerja setelah selesai kuliah disana," katanya dikutip dari Instagram, Rabu (13/5).

Bukan hanya itu, DPR juga mengungkapkan permintaan maaf atas lomba cerdas cermat yang viral saat ini.

Sehubungan dengan ini juga, Rifqinizamy menyebutkan sosok Ocha menjadi cermin anak muda yang jadi contoh baik, karena menyuarakan kebenaran.

"Saya sampaikan permohonan maaf kepada Josepha atas nama Anggota MPR RI. Hari ini Josepha akan terbang ke Jakarta diundang oleh MPR RI," jelas Rifqinizamy.

"Josepha adalah contoh anak didik kita yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus mendukungnya," sambungnya. 

Videonya mengajak Ocha ke Jakarta itu pun viral. Sebab anggota dewan itu langsung menelepon siswi SMAN 1 Pontianak tersebut. 

Tindakannya dilakukan setelah viralnya video momen Joseph itu menyuarakan suaranya. Jika dia sudah menjawab lebih dulu.

DPR Telepon Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com /Instagram Rifqinizamy Karsayuda

"Saya tadi siang sudah menelpon Josepha Alexandra, Siswi SMA Negeri 1 Pontianak, almamater saya, yang ikut Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat," beber Alumni SMAN 1 Pontianak itu. 

Pernyataan Lengkap MPR

Setelah viralnya video itu, MPR melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang sudah mengambil sikap tegas seperti putus kontrak sama MC dan dewan juri. 

Disampaikan pula oleh MPR kalau permohonan maaf, karena adanyakelalaian dewan juri dalam babak final yang diselenggarakan di Pontianak pada Sabtu (9/5) lalu.

Juga dikatakan sudah seharusnya memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC empat pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.

"ramainya pemberitaan di media sosial mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan Setjen MPR RI diterima di Jakarta, Selasa., dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, MPR menyampaikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.

Semua itu termasuk, mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan.

“Agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel.” jelas keterangan tersebut. 

Di tengah viralnya isu lomba cerdas cermat empat pilar, MPR mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan gelaran LCC empat pilar.

MPR berkomitmen menjadikan masukan publik sebagai bahan evaluasi. Guna menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas.(klw)

 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
04:43
03:53
02:15
05:05
04:06

Viral