news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga asal Surabaya, WS menjadi korban kasus love scamming oleh warga Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun & Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Kolase tvOneNews & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) merespon ibu asal Surabaya, WS (40) yang curhat menjadi korban kasus penipuan dan perampokan warga Cirebon keturunan Kamerun.
Jumat, 15 Mei 2026 - 01:32 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi merespons jeritan ibu rumah tangga (IRT) asal Surabaya berinisial WS (40). Reaksinya bentuk menyikapi kasus love scamming dialami korban.

Dedi Mulyadi mengunggah video WS. IRT asal Surabaya itu bercerita menjadi korban love scamming sebesar Rp2,1 miliar diduga oleh warga Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun, Heric Simphorien Mbouya.

Dedi Mulyadi menerima aduan yang dilontarkan oleh WS. Ia mengucapkan terima kasih telah diinformasikan terkait kasus penipuan dan perampokan yang merugikan WS.

"Terima kasih ibu. Saya sudah memahami masalah tersebut," ujar Dedi Mulyadi dalam Instagram pribadinya dikutip, Jumat (15/5/2026).

Apa Langkah yang Dilakukan Dedi Mulyadi Sikapi Kasus ini?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

KDM sapaan akrabnya menyampaikan kabar terbaru. Gubernur Jabar itu langsung mengambil langkah tegas sebagai bentuk menyikapi kasus tersebut.

Ia mengabarkan bahwa, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim pengacara Jabar Istimewa. Tim tersebut merupakan andalan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Dedi Mulyadi mengatakan, pelaku berinisial HSM berupaya kabur. Pihak Kepolisian telah mendeteksi pelarian pelaku saat ini berada di Malaysia.

"Dan sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) dari Mabes Polri," lanjut dia.

Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta ini menyinggung terkait keluarga dari tersangka kasus penipuan dan perampokan tersebut. Ia tak mempunyai kuasa menyikapi hal ini.

"Saya tidak bisa menyebut namanya. Kalau yang ibu maksud, itu sudah diperiksa oleh jajaran Kepolisian dan tidak ada kaitannya," terangnya.

Pandangan KDM soal Keluarga Tersangka Kasus Love Scamming

KDM coba berbagi pandangannya. Ia selaku Gubernur Jabar tidak ingin memberikan tuduhan terhadap pihak keluarga pelaku.

Ia menambahkan, sekelas pihak aparat juga tak sembarangan menetapkan status tersangka kepada pihak lain. Sebab, ada langkah-langkah menuntaskan kasus ini sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

"Kita tidak bisa memaksakan untuk menetapkan orang tersangka yang mana kala tidak ada kaitan peristiwa tersebut," tegasnya.

KDM pun menyampaikan harapan mendalamnya di tengah keberlangsungan pihak aparat menyelesaikan kasus ini. Ia berharap agar tersangka cepat ditangkap karena sudah masuk DPO.

"Semoga DPO-nya segera ditemukan dan kasus ini segera selesai," ucapnya.

Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maafnya. Ia harus mengakui Pemprov Jabar lambat merespons kasus dialami ibu-ibu asal Surabaya tersebut.

"Mohon maaf apabila ada keterlambatan dari kami. Kami sifatnya memfasilitasi agar seluruh hal bisa terselesaikan dengan baik. Salam hormat buat ibu dan keluarga," katanya.

Kronologi Ibu Asal Surabaya Jadi Korban Kasus Love Scamming Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Ibu asal Surabaya, WS menceritakan kronologi menjadi korban kasus love scamming Rp2,1 miliar oleh warga Cirebon keturunan Kamerun, Heric Simphorien Mbouya
Sumber :
  • tvOneNews

Sebelumnya, WS muncul ke ruang publik. Wiwie sapaan akrabnya mengungkap kejahatan dialami olehnya lewat konferensi pers di Cirebon pada 8 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, WS menyampaikan surat terbuka yang berisi tiga halaman. Ia meminta suaranya didengar oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

WS membacakan isi permohonan dalam surat tersebut. Ia berharap adanya bantuan dari Pemprov Jabar mengusut kasus penipuan yang terjadi sejak 2024.

Pasalnya, kasus penipuan tersebut menguras tabungannya sebesar Rp2,1 miliar. WS menyampaikan bahwa pelaku kasus ini diduga kuat oleh pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien Mbouya yang berdomisili di Kabupaten Cirebon.

WS berpendapat pelaku memakai identitas palsu menggunakan nama William Lebaux. Pelaku juga mengungkapkan bahwa dirinya berstatus sebagai pegawai dari lembaga internasional UNICEF dan merupakan warga negara Prancis.

"Saya merasa seperti dihipnotis. Banyak hal yang sebenarnya tidak masuk akal, tetapi tetap saya lakukan," kata WS dalam konferensi pers di Cirebon.

Ia menjelaskan, pelaku menggunakan pendekatan emosional. Ia terus diyakini agar memberikan uang dengan jumlah besar dalam kurun waktu empat bulan.

"Dalam waktu 4 bulan berkenalan, dia bisa merampok saya sebesar Rp2,1 miliar itu butuh waktu 4 bulan. Singkat cerita, saya menjadi dekat, saya juga tidak tahu titik mana dan bagaimana tapi memang ke dia itu saya bawaannya kasian," terangnya.

Ia menjelaskan kronologi awal kasus ini terjadi saat dirinya menginap di sebuah hotel menara di Jakarta pada 11 September 2024. Di momen itu, ada seseorang yang menghampirinya.

WS mengatakan pelaku sempat ingin balik ke Prancis. Pelaku pun memaksa untuk meminta nomor ponsel miliknya dengan tujuan ingin mempunyai teman apabila kembali ke Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, pelaku terus bercerita seputar hidupnya yang membuat WS merasa terharu dan kasian. Pelaku mengaku istrinya jatuh dari pesawat sehingga mendorong korban berempati.

Ia pun terus memberikan bantuan sebagai bentuk menunjukkan bahwa WNI adalah orang yang ramah. Mulanya, pelaku meminta uang sebesar Rp5 miliar, namun korban hanya mampu mengumpulkan Rp2,1 miliar.

"Salah satunya juga dengan menjual rumah saya. Setelah uang terkumpul, itu tiba-tiba dia harus bertemu dengan orang UNICEF untuk urusan bisnis membuat kita berangkat dari Surabaya ke Jakarta," jelasnya.

Di momen inilah, WS mengalami peristiwa dirinya ditodong senjata pistol oleh orang Ambon. Ia pun ditinggal sendirian membuat dirinya mendatangi kantor UNICEF.

"Kata orang UNICEF semua cerita itu bohong dan tidak ada orangnya bernama William Lebaux," katanya.

Hal ini mendorong dirinya membuat laporan polisi ke Polres Jakarta Pusat. Kasus tersebut membuat istri pelaku, VS mengaku uang dari WS telah dipakai untuk membayar utang.

Hingga kini, kasus love scamming dialami WS berujung membuat pelaku masuk dalam DPO pihak Kepolisian dan ditangani secara serius oleh Pemprov Jabar.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral