- Tangkapan layar
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan
Walau begitu, urusan kemenangan bukan menjadi persoalan utama. Ia menilai kebutuhan melewati proses sangat penting dalam sebuah perlombaan.
Tak hanya itu, ia menginginkan setiap pihak yang terlibat dalam perlombaan untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas ketimbang memikirkan hasil akhir.
"Menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa dalam lomba itu sportivitas memang harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, itu hanya bonus, namun yang lebih penting itu adalah prosesnya," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia memuji anaknya bisa menjadi peserta LCC tingkat Kalbar. Baginya, kepiawaiannya di ajang yang dinisiasi MPR RI ini buah dari hasil kebiasaannya yang menghabiskan waktu untuk belajar sejak kecil.
Andre mengatakan, Ocha lebih suka menyendiri. Ia tidak banyak berbicara dengan orang lain hanya demi belajar dan membaca di kamarnya.
"Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur," ungkap dia.
Ia mengaku terkadang suka memikirkan dampak dari hobinya tersebut. Setiap manusia memiliki batasan saat belajar agar menghindari stres.
Kendati demikian, ia tidak menghalangi keputusan anaknya. Sebab, Ocha sudah mempunyai cita-cita besarnya yang ditanamkan sejak kecil, yakni ingin menjadi dosen.
"Tapi sekarang dia ikut arus saja nanti ke mana. Karena semua bidang itu dia menguasai," tukasnya.
(hap)