- YouTube/GubSherly
Sherly Tjoanda Kaget Bukan Main Cicilan KUR Nelayan Tembus Rp2,6 Juta Sebulan: Hah, Mampu?
tvOnenews.com - Dalam sebuah agenda penyerahan bantuan hibah mesin kapal gratis kepada para nelayan yang berhasil lolos seleksi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI, Gubernut Maluku Utara Sherly Tjoanda sempat dibuat terkejut oleh pengakuan salah satu debitur.
Momen unik ini terjadi saat Sherly turun langsung melakukan dialog interaktif guna menanyakan detail skema pinjaman, nominal cicilan, serta bagaimana kemampuan finansial para nelayan setempat dalam melunasi kewajiban bulanan mereka ke pihak perbankan.
Ada empat nelayan yang ditanya langsung oleh Sherly. Keempatnya mengaku mendapat dana pinjaman KUR Rp30 juta, Rp35 juta, dan dua orang lainnya sama-sama sebesar Rp40 juta.
- YouTube/GubSherly
Nelayan pertama dengan kepala plontos dan memakai kaos toska yang tidak diketahui namanya mengaku, bahwa ia mendapatkan kucuran dana pinjaman KUR Rp30 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembuatan bodi kapal barunya.
"Dapat cicilan 30 juta, bayar kapal 25 juta. Ambil mesin 15 PK. Ambil jangka cicilan 1 tahun," ujar nelayan tersebut, seperti dikutip dari YouTube GubSherly pada Rabu (20/5/2026).
Namun, hal yang membuat Sherly terperangah adalah ketika sang nelayan menyebutkan bahwa nominal cicilan bulanan yang harus ia setorkan ke bank mencapai Rp2,6 juta. Angka tersebut tentu tergolong sangat besar dan di atas rata-rata untuk ukuran cicilan kredit usaha mikro.
Mendengar nominal yang terbilang fantastis itu, Sherly sempat tidak percaya dan langsung mengonfirmasi ulang jangka waktu atau tenor pinjaman yang diambil. Ternyata, nelayan tersebut sengaja memilih masa tenor yang sangat pendek, yaitu hanya satu tahun atau 12 bulan saja karena merasa sanggup.
"Hah? Cicilan 1 bulan berapa ke bank?" tanya Sherly.
"Dua juta enam ratus," jawab sang nelayan.
"Cicilan?! Cicilan? Berapa panjang kemarin ambil?" tanya Sherly tak percaya.
"Iya, (cicilan) dua juta enam ratus. Ambil jangka 1 tahun," jawab nelayan tersebut.
"Oh, memang maunya 1 tahun aja. Mampu?" tanya Sherly lagi meyakinkan.
"Mampu, bisa," ujar sang nelayan.
- YouTube/GubSherly
Rasa heran Sherly pun akhirnya terjawab setelah ia mengulik lebih dalam mengenai potensi pendapatan riil dari hasil melaut.
Dengan penuh keyakinan, nelayan itu menegaskan bahwa dirinya tidak gentar dengan tanggungan tersebut karena omzet dari hasil memancing ikan tuna di perairan Maluku Utara sangatlah menjanjikan.
Apalagi, komoditas utama yang mereka pancing adalah ikan tuna berkualitas tinggi yang rata-rata bobotnya bisa mencapai 100-150 kilogram per ekor.
Nelayan tersebut kemudian membeberkan perhitungan matematis di balik dapurnya kepada Sherly. Dalam satu kali perjalanan memancing (trip), ia biasa mengantongi omzet kotor hingga Rp5 juta.
Mengingat dalam satu bulan ia rutin melakukan perjalanan sebanyak tiga kali trip, maka total akumulasi pendapatan kotor yang bisa ia kumpulkan dengan mudah mencapai Rp15 juta per bulan.
- YouTube/GubSherly
Setelah dikurangi biaya operasional seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 40 liter dan kebutuhan es balok yang hanya menghabiskan sekitar Rp500 ribu per trip, ia masih mengantongi pendapatan bersih yang melimpah.
Artinya, dari total Rp15 juta omzet per bulan, ia hanya menghabiskan ongkos operasional sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta saja. Dengan sisa uang yang melimpah, membayar cicilan bank sebesar Rp2,6 juta tentu bukan perkara sulit, karena ia masih bisa mengantongi keuntungan bersih di atas Rp10 juta untuk dibawa pulang ke rumah. (ism)