- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Curhatan Ahmad Khotibul ke Dedi Mulyadi: Ririn Cicil 30 Kali, Jasa Pencairan Dana Pensiun Aman Yani Belum Lunas
tvOnenews.com - Kasus dana pensiun atas nama Aman Yani terus menyimpan kejutan. Dalam sebuah perbincangan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pengacara Ahmad Khotibul mengungkap fakta yang selama ini ia pendam, jasa hukumnya dalam proses pencairan dana pensiun tersebut belum pernah dibayar lunas oleh Ririn.
Sepakat Success Fee, Dibayar Separuh
Ahmad Khotibul mengisahkan bahwa ia semula mendapat kesepakatan success fee dari proses pencairan dana pensiun Aman Yani. Namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan.
"Saya dapat Rp70 juta waktu itu. Rp70 juta sisanya berarti Rp50 juta. Rp50 jutanya gimana, Rin? Ya nanti cicilkan, ini kan bayarnya belum semua. Sambil berjalan. Ya sudah kalau gitu kamu diangsur juga enggak apa-apa," ujar Ahmad Khotibul menirukan percakapannya dengan Ririn dalam tayangan YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL 19 Mei 2026..
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi tampak tak bisa menyembunyikan rasa herannya.
"Pengacara sampai ngangsur gitu nerima gitu. Oh iya baik banget pengacaranya," kata Dedi sambil tertawa.
30 Kali Cicilan, Masih Sering Macet
Situasi tak kunjung membaik. Ahmad Khotibul mengungkap bahwa cicilan pembayaran jasanya berjalan sangat lambat dan kerap tersendat.
"Dibayarlah itu dan berjalannya waktu 30 kali angsuran. Jadi masih kurang 20 angsuran, tiap bulan tapi masih ada lah macetnya. Kalau diingatkan bayar," ungkapnya.
Dedi Mulyadi pun menyinggung kemungkinan bahwa pembayaran angsuran itu bersumber dari ATM yang sebelumnya digunakan dalam proses pencairan dana pensiun.
"Mungkin dia ngambil ATM itu," ujar Dedi.
"Itu fakta yang saya rasakan seperti itu," jawab Ahmad Khotibul.
Dijanjikan Pertemuan, Tak Pernah Datang
Selain soal uang, ada luka lain yang dirasakan Ahmad Khotibul, rasa dikhianati. Sejak awal, ia selalu dijanjikan akan ditemui langsung oleh sosok yang mengaku sebagai Aman Yani setelah urusan selesai. Tapi janji itu tak pernah ditepati.
"Kalau sudah selesai perkara ini diurus Pak Khotib akan datang, akan mengucapkan terima kasih. Enggak datang juga," cerita Ahmad Khotibul.
Dedi Mulyadi langsung menimpali dengan nada bercanda namun tajam.
"Enggak datang, emang enggak ada orangnya," kata Dedi sambil tertawa, sebuah komentar yang justru mengandung makna serius di baliknya.
Komunikasi Terakhir: WhatsApp dari Singapura
Ahmad Khotibul menyebut komunikasi terakhirnya dengan orang yang mengaku sebagai Aman Yani terjadi pada Februari 2023 melalui WhatsApp. Saat itu, orang tersebut kembali meminta bantuannya untuk pengkinian data di Dana Pensiun dan mengaku sedang berada di Singapura.
Namun Ahmad Khotibul sudah tidak lagi merespons. Rasa kecewa bercampur curiga mendorongnya untuk berhenti melayani permintaan tersebut.
"Jujur sudah enggak ngeladenin. Tapi saya waktu itu ya sudah agak cuek gitu kan. Juga karena saya capek dijanjikan katanya selesai mau datang enggak datang," ungkapnya.
Emosi Meluap, Uang Belum Lunas
Dua hal itulah yang akhirnya membuat Ahmad Khotibul tak bisa lagi menahan emosinya, janji yang berulang kali diingkari, ditambah pembayaran jasa yang sampai hari ini masih kurang.
"Nah dari situ maka ada semacam ya emosi juga sih," akunya.
"Dan enggak lunas kan ya," sahut Dedi Mulyadi.
"Kurang, masih kurang," jawab Ahmad Khotibul.
Kasus dana pensiun Aman Yani ini semakin hari semakin membuka tabir yang mengejutkan publik. Curhatan Ahmad Khotibul kepada Dedi Mulyadi menjadi salah satu kepingan penting yang memperjelas betapa rumit dan terencanaannya skema yang diduga terjadi di balik pencairan dana pensiun tersebut.
(anf)