- YouTube Just Ruben
Bukan Masalah Psikologis, Ini Alasan Ruben Onsu Perjuangkan Hak Asuh Anak
Selain soal jam kerja, lingkungan tempat anak-anak berada turut menjadi perhatian serius tim kuasa hukum. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat keyakinan Ruben Onsu untuk segera meminta kembali hak asuh anak-anaknya.
"Nah, juga hal-hal lain yang kita lihat bahwa lingkungan yang berada di sekitar anak ini tidak cukup aman. Sehingga itu menguatkan keyakinan bagi Ruben untuk anak-anak ini sudah waktunya diminta kembali hak asuhnya," jelasnya.
Minola menegaskan bahwa isu psikologis anak bukanlah fokus utama saat ini. Pemeriksaan psikologis baru akan dilakukan apabila memang ditemukan tanda-tanda perubahan signifikan pada anak setelah mereka kembali berinteraksi dengan Ruben Onsu.
"Kalau nanti misalnya anak-anaknya sudah ketemu, sudah berkumpul, sudah berinteraksi kembali seperti sediakala dengan Ruben, dan kemudian Ruben melihat ada hal-hal yang berbeda pada anaknya, perbedaan itu diduga karena ada intimidasi atau gangguan psikis akibat tindakan yang membuat anak tertekan. Barulah kita bicara mengenai psikologi anak," paparnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan ini sebagai masalah psikologis anak semata. Menurutnya, pola pikir yang pragmatis berbeda dengan pendekatan sistematis yang digunakan tim kuasa hukum dalam menangani kasus ini.
"Jadi jangan loncat-loncat. Orang kadang berpikir, oh ini anaknya perlu psikologi anak. Padahal ini pola pikir yang pragmatis, tidak sistematis, berbeda dengan cara dan pola pikir kuasa hukum ketika bekerja," ungkapnya.
Minola turut menanggapi pertanyaan publik mengenai kenapa Ruben Onsu tidak langsung menjemput anak-anaknya di sekolah. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. "
Sama seperti misalnya orang mengatakan, kenapa enggak dijemput aja di sekolah? Apakah segampang itu? Karena bagaimanapun anak-anak ini pasti dikawal, diantar, dijemput oleh baby sitter, pengasuh, atau sopirnya yang sudah ada pesan pasti dari majikannya. Anak-anak pulang langsung ke rumah, jangan dikasih siapa pun," jelasnya.
Ia menambahkan, jika Ruben Onsu memaksa membawa anak-anaknya pergi secara langsung, hal itu berpotensi menimbulkan perdebatan yang justru tidak baik bagi kondisi kejiwaan anak.