news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase Foto YTR dan Taufik Hidayat.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOnenews.com / YouTube MAIA ALELDUL TV

Sahabat YTR Bongkar Cara Keji Taufik Hidayat Kendalikan Korban: Diantar Jemput sampai Di-video Call saat Kerja

Sahabat YTR bongkar cara keji Taufik Hidayat kendalikan korban. Sebut diantar jemput, di-video call saat kerja, hingga rampas HP, motor, dan emas Yuvita.
Kamis, 25 Juni 2026 - 13:00 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sahabat YTR, FW, membongkar cara Taufik Hidayat mengendalikan dan mengekang korban selama berada dalam hubungan tersebut. Mulai dari merampas motor, HP, uang cash, hingga emas, Taufik disebut membuat YTR benar-benar tidak bisa bergerak ke mana-mana.

FW merupakan teman kerja sekaligus sahabat YTR yang pertama kali mendengar langsung cerita pilu korban. Keduanya sudah berteman sejak 2021 dan bekerja di kantor yang sama selama hampir enam tahun. FW memberikan keterangannya dalam program Pagi Pagi Seru di tvOneNews.

Di mata FW, YTR dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah berulah. Ia selalu hadir tepat waktu di kantor dan aktif bergaul bersama rekan-rekan kerjanya, meski soal kehidupan pribadinya ia cenderung menutup diri.

"YTR itu orangnya enggak neko-neko ya. Maksudnya memang baik, sopan gitu. Terus kalau misalkan di tempat kerja juga dia orangnya yang selalu on time, enggak pernah neko-neko gitu," ujar FW.

Selama bertahun-tahun berteman, FW mengaku tidak pernah mendengar YTR bercerita soal percintaannya. Baru pertama kali ia mengetahui YTR dekat dengan seorang pria ketika melihat perubahan foto profil WhatsApp korban yang tampil bersama pelaku.

"Korban itu tidak pernah bercerita tentang masalah pribadinya. Baik itu percintaan atau dia dekat dengan seorang pria, itu tidak pernah cerita dengan saya. Cuma ada satu hari di mana dia meng-upload foto di WhatsApp-nya dan mengubah foto profile-nya, itu yang pertama kali saya tahu, dan itu bersama pelaku," ungkap FW.

Kecurigaan FW mulai muncul ketika YTR tiba-tiba tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas. Story WhatsApp korban yang berisi foto bersama pelaku semakin membuat FW bertanya-tanya soal kondisi sahabatnya tersebut.

"Suatu hari itu YTR kan harusnya masuk kerja, tapi beliau itu tidak masuk kerja. Di saat dia tidak masuk kerja, beliau itu meng-upload story WhatsApp dan mengubah foto profile, di mana itu bersama pelaku," cerita FW.

Ketika YTR akhirnya kembali masuk kerja, sikapnya langsung terasa berbeda. Ia datang terlambat, tidak menyapa seperti biasa, dan memilih duduk di ruangan lain meski satu kantor. FW pun baru memahami alasannya saat pertemuan tak terduga terjadi di depan toilet kantor.

"Siang hari saya ke toilet. Setelah selesai dari toilet, saya buka pintu. Ternyata korban sudah ada di depan pintu. Dia menunggu saya. Saya sapa lah, 'Halo, Pi.' Tiba-tiba korban memeluk saya dan tiba-tiba nangis," kenang FW.

FW menggambarkan wajah YTR saat itu tampak sangat sedih, ketakutan, dan kebingungan. Setelah tenang, YTR perlahan mulai bercerita dan mengungkapkan kondisinya yang sudah tidak baik-baik saja.

"Waktu itu saya masih ingat wajah dia, wajah dia sedih, wajah dia ketakutan, dia bingung. Akhirnya saya coba untuk redain dia dulu. Setelah udah rada reda, saya tanya pelan-pelan, 'YTR, kenapa?' Terus beliau jawab, 'Saya bingung mau ceritanya dari mana.' Terus beliau cerita, 'Saya udah hancur, Teh,'" tutur FW.

YTR lalu mengungkap bahwa HP-nya telah disabotase oleh pelaku, termasuk story WhatsApp yang diunggah bersama pelaku itu pun bukan atas keinginannya sendiri. FW pun syok mengetahui kenyataan yang selama ini dialami sahabatnya diam-diam.

"Teh Fani percaya kan kalau yang upload story itu bukan saya? Saya percaya, karena memang dari awal kerja sampai terakhir dia cerita, dia enggak pernah upload apa-apa tentang cowok. Baru kali itu dengan pelaku dia upload. Ternyata yang upload story itu adalah pelaku. Memang HP-nya sudah disabotase oleh pelaku," ungkap FW menirukan cerita YTR.

Yang membuat FW semakin terkejut adalah pengakuan YTR soal kekerasan fisik yang ia alami. Kacamata korban yang tampak patah dan diselotip ternyata bukan karena kecelakaan biasa, melainkan akibat tamparan keras dari pelaku.

"Saya tanya kacamata kenapa patah. Katanya, 'Saya ditampar, saya ditampar kencang banget sampai telinga saya berdengung.' Saya agak kuat di situ. Saya ikut nangis. Astagfirullah, saya enggak nyangka kalau teman saya mendapatkan sosok pria yang temperamen gitu," kata FW.

YTR juga mengaku tidak bisa kabur karena seluruh akses pergerakannya telah dikendalikan pelaku. Motor, HP, uang cash, hingga emas milik korban semuanya telah dirampas Taufik dengan dalih ingin menyimpannya.

"Lalu saya memberikan saran, 'Kenapa kamu enggak kabur?' Dia jawab, 'Enggak bisa. Motor saya udah dipegang sama dia, kunci motornya itu udah dirampas oleh si pelaku. Baik itu HP, motor.' Terus dia pun sempat cerita, semua hartanya baik itu uang cash, emas itu udah diambil oleh pelaku. Katanya sih bilangnya mau disimpan, tapi korban tuh udah ngerasa ini udah dirampas," ungkap FW.

Tak hanya itu, Taufik juga disebut memaksa YTR untuk meninggalkan kosannya dan tinggal bersama pelaku secara paksa. Pergerakan korban saat berangkat dan pulang kerja pun sepenuhnya dikontrol oleh pelaku, bahkan di jam kerja sekalipun.

"Jadi dia udah benar-benar enggak bisa ke mana-mana. Saat dia berangkat kerja, pulang kerja pun itu dibatasi pergerakannya oleh pelaku. Diantar jemput oleh pelaku. Bahkan kerja pun dia di-video call oleh pelaku," beber FW.

YTR juga disebut takut melapor kepada keluarga maupun polisi karena mengetahui betul sifat temperamental pelaku. Belakangan FW baru menyadari bahwa kekuatan yang dimaksud YTR saat itu merujuk pada latar belakang pelaku sebagai debt collector.

"Terus saya tanya lagi, 'Yaudah kalau enggak mau ke polisi, yuk diantar.' 'Enggak mau, Teh. Saya takut.' 'Kenapa takut?' 'Enggak punya kekuatan.' Saya enggak ngerti kalimat itu awalnya. Ternyata setelah berita viral kemarin saya baru tahu, ternyata pelaku itu debt collector. Mungkin kekuatan yang dimaksud korban itu debt collector, maksudnya seperti itu," pungkas FW.

Kini Taufik Hidayat telah ditangkap polisi di rumah kerabatnya di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, setelah sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang. Sementara YTR masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dengan kondisi yang berangsur membaik.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:00
05:43
01:02
01:42
05:02

Viral