news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cegah Tawuran dengan Olahraga Tinju Ratusan Anak Jalanan dan Eks Pelaku Bentrok Ikut Boxing Showcase di Penjaringan.
Sumber :
  • ANTARA/Mario Sofia Nasution/am

Cegah Tawuran dengan Olahraga Tinju: Ratusan Anak Jalanan dan Eks Pelaku Bentrok Ikut Boxing Showcase di Penjaringan

Ratusan anak jalanan dan eks pelaku tawuran mengikuti Penjaringan Boxing Showcase Vol.2 di Jakarta Utara. Program ini menjadi upaya mencegah tawuran sekaligus mencari bibit atlet tinju muda.
Senin, 29 Juni 2026 - 23:07 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tawuran remaja masih menjadi salah satu persoalan sosial yang kerap menghantui berbagai kota besar di Indonesia. 

Bentrokan antarkelompok tidak hanya menimbulkan korban luka maupun jiwa, tetapi juga merusak masa depan para pelaku yang sebagian besar masih berusia produktif. 

Karena itu, berbagai pihak terus mencari pendekatan yang lebih efektif untuk mencegah aksi kekerasan, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pembinaan dan pemberdayaan.

Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah mengalihkan energi dan semangat kompetitif para remaja ke dunia olahraga. Tinju, misalnya, dinilai mampu menjadi wadah untuk menyalurkan emosi, melatih disiplin, sekaligus membangun sportivitas. 

Di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, program olahraga berbasis komunitas telah lama dimanfaatkan untuk menekan angka kenakalan remaja dan kekerasan jalanan. 

Organisasi seperti Fight for Peace bahkan menggunakan tinju dan seni bela diri sebagai media pembinaan bagi anak muda yang hidup di lingkungan dengan tingkat kriminalitas tinggi.

Gagasan serupa kini diterapkan di Jakarta Utara. Ratusan pemuda, termasuk anak jalanan dan mereka yang pernah terlibat tawuran, mengikuti Penjaringan Boxing Showcase Vol.2 di Rusun Mawar RW 12, Penjaringan. 

Turnamen yang digelar Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Metro Penjaringan dan Forum Penjaringan Bersatu ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun ruang positif bagi generasi muda agar menjauhi kekerasan.

Turnamen Tinju Jadi Alternatif Menekan Tawuran

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengatakan kompetisi tinju tersebut dirancang sebagai wadah bagi anak-anak muda yang memiliki minat di bidang olahraga sekaligus menjadi langkah preventif untuk mengurangi tawuran.

"Melalui pertandingan tinju ini kami berharap bisa menekan jumlah terjadinya tawuran dan menyalurkan bakat anak-anak yang hobi olahraga ini," ujar Erick, melansir dari Antara.

Menurutnya, penyelenggaraan Penjaringan Boxing Showcase Vol.1 sebelumnya telah menunjukkan hasil positif. Tingkat tawuran di wilayah Jakarta Utara disebut mengalami penurunan setelah kegiatan tersebut digelar.

Selain menjadi sarana pembinaan, turnamen ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet tinju berbakat dari Jakarta Utara yang nantinya dapat berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami berharap akan ada atlet-atlet muda yang berasal dari Jakarta Utara," katanya.

Pada penyelenggaraan edisi kedua, sekitar 130 petinju dari berbagai kategori usia dan kelas berat ambil bagian. Erick berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang menjadi kompetisi yang lebih besar di tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Turnamen tersebut juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti turnamen e-sport, bakti kesehatan, dan bakti sosial sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Anak Jalanan hingga Eks Pelaku Tawuran Kini Bertanding di Atas Ring

Ketua Forum Penjaringan Bersatu sekaligus Ketua Panitia Penjaringan Boxing Showcase, Nurjaman, menjelaskan bahwa gagasan menggelar turnamen tinju lahir dari keprihatinan terhadap maraknya tawuran yang melibatkan anak jalanan.

"Kami mengadakan karena awalnya background-nya dari anak-anak jalanan, anak tawuran. Kami rasa tawuran itu tidak baik, akhirnya kita buat pertandingan tinju," ujarnya.

Ia mengatakan sebagian peserta merupakan mantan pelaku tawuran, bahkan ada yang sebelumnya tergabung dalam kelompok gangster.

Namun, suasana yang tercipta di atas ring justru berbeda dengan konflik di jalanan. Setelah pertandingan usai, para peserta saling berjabat tangan sebagai bentuk sportivitas dan perdamaian.

"Setelah pertandingan mereka berdamai, buat contoh. Peserta juga dapat sertifikat," katanya.

Nurjaman menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa banyak anak muda sebenarnya memiliki potensi besar apabila diberi ruang kegiatan yang positif. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan sasana tinju atau tempat latihan resmi agar pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Selain pertandingan, panitia juga menyediakan layanan kesehatan bagi seluruh petinju guna memastikan keamanan peserta selama kompetisi berlangsung.

Olahraga Dinilai Efektif Mengalihkan Remaja dari Kekerasan

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dalam kegiatan olahraga dapat membantu mengurangi risiko perilaku menyimpang apabila dibarengi dengan pembinaan karakter dan pendampingan yang berkelanjutan.

Program seperti **Fight for Peace** di Inggris dan Brasil menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga tinju dimanfaatkan untuk membangun disiplin, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengurangi keterlibatan anak muda dalam kekerasan jalanan.

Di Indonesia, pendekatan serupa mulai dikembangkan melalui kolaborasi antara aparat kepolisian, komunitas, dan pemerintah daerah. 

Kompetisi olahraga dipandang bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga sebagai ruang membangun solidaritas, memperluas pergaulan yang positif, dan mengubah pola pikir remaja.

Meski demikian, para pemerhati sosial menilai bahwa olahraga tidak dapat menjadi satu-satunya solusi. Pencegahan tawuran juga memerlukan dukungan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, penyediaan ruang publik yang aman, serta pembinaan keterampilan yang berkesinambungan agar remaja memiliki aktivitas produktif.

Penjaringan Boxing Showcase Vol.2 menunjukkan bahwa pendekatan persuasif melalui olahraga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mencegah tawuran remaja. 

Dengan mengalihkan energi kompetitif ke atas ring tinju, anak-anak jalanan dan mantan pelaku tawuran memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan diri secara positif sekaligus membangun sportivitas.

Keberhasilan program semacam ini akan sangat bergantung pada kesinambungan pembinaan. 

Penyediaan fasilitas latihan, dukungan pemerintah, keterlibatan komunitas, serta pendampingan dari keluarga dan sekolah menjadi faktor penting agar semangat perubahan yang muncul melalui olahraga dapat terus berkembang dan benar-benar mengurangi angka tawuran di masa mendatang. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:07
02:04
02:11
01:50
04:26
07:57

Viral