news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter PPDS Adrian Rantung.
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

Sebelum Meninggal, Dokter PPDS Adrian Rantung Diduga Mengunggah Pesan Terakhir

Dokter PPDS Adrian Rantung diduga mengunggah pesan terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia. Simak kronologi lengkap kasus dugaan perundungan ini.
Selasa, 7 Juli 2026 - 13:39 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dokter PPDS Adrian Rantung diduga mengunggah pesan terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya. Unggahan tersebut kini menyita perhatian publik terkait dugaan perundungan yang dialaminya.

TRIGGER WARNING: Informasi berikut tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda mengalami gejala depresi dengan kecenderungan bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat.

Adrian Rantung merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Ia diduga meninggal dunia setelah mengalami tekanan berat selama menjalani pendidikan spesialis di rumah sakit tersebut.

Korban diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah senior selama bertugas di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado. Dugaan ini kemudian dikaitkan dengan penyebab kematiannya yang mendadak.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, dr. Adrian ditemukan tewas di kamar kosnya. Ia diduga menenggak cairan pembersih kamar mandi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka ini kemudian ramai diperbincangkan setelah akun Radietya Alvarabie di Threads mengunggah keterangan mengenai kematian dr. Adrian. Unggahan tersebut turut menyertakan tangkapan layar status terakhir korban di media sosial.

Dalam keterangannya, Radietya menuliskan bahwa dr. Adrian ditemukan meninggal dunia saat dijadwalkan bertugas jaga. Ia juga menyebut bahwa korban sempat menuliskan pesan terakhir sebelum kejadian tersebut terjadi.

“Telah berpulang dr. Adrian Rantung, PPDS Anestesi Universitas Sam Ratulangi Manado (RS Prof. Dr. Kandou). Ditemukan berpulang dengan kondisi (diduga) suicide saat jadwal jaga Almarhum. Yang bersangkutan menuliskan pesan terakhir. Merasa tertekan dengan kondisinya dan pendidikannya,” tulis Radietya Alvarabie di Threads.

Unggahan itu turut ditandai kepada sejumlah akun resmi, di antaranya @kemenkes_ri, @kemdiktisaintek.ri, hingga akun yang diduga milik Presiden dan Wakil Presiden. Radietya tampak berharap perhatian pihak berwenang terhadap kasus ini.

Selain keterangan tersebut, Radietya turut mengunggah tangkapan layar yang disebut sebagai status terakhir dr. Adrian di media sosial sebelum ia dinyatakan meninggal dunia. Status itu berupa kutipan yang dikaitkan dengan penulis Franz Kafka.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral