- Instagram @kemenkes_ri
Sebelum Meninggal, Dokter PPDS Adrian Rantung Diduga Mengunggah Pesan Terakhir
“There was no fight left in me. Not because I was weak, but because nothing felt worth the effort. I didn’t give up, I drifted out.” - Franz Kafka.
Diduga Pesan Terakhir dr Adrian Rantung. (Sumber: Treads @radietyaalvarabie)
Kutipan tersebut menjadi sorotan karena diunggah tidak lama sebelum dr. Adrian dikabarkan tidak hadir pada jadwal jaganya. Banyak warganet menilai unggahan itu sebagai isyarat kondisi emosional korban menjelang kematiannya.
Selain status tersebut, beredar pula tangkapan layar percakapan pribadi yang menggambarkan proses penemuan jenazah dr. Adrian. Sumber percakapan itu disebut berasal dari sesama PPDS yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan.
Berdasarkan percakapan itu, dr. Adrian dijadwalkan bertugas jaga pada Minggu pagi, namun tidak kunjung datang. Rekannya kemudian memeriksa kos korban dan mendapati pintu tidak dibuka meski telah diketuk berkali-kali.
Setelah dipastikan tidak ada respons, pihak yang memeriksa akhirnya menemukan dr. Adrian telah tidak bernyawa di dalam kamarnya. Kejadian ini pun langsung menggemparkan lingkungan pendidikan kedokteran di Manado.
Rekan sesama PPDS turut menyebut bahwa dr. Adrian masih berada di semester awal pendidikan spesialis saat kejadian berlangsung. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu faktor tekanan yang dialami korban.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kemudian menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya dr. Adrian Rantung melalui akun Instagram resminya. Kemenkes menyebut semangat pengabdian almarhum selama menjalani pendidikan sebagai teladan nyata.
Kasus ini turut mendorong Kemenkes menghentikan sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou. Kebijakan tersebut diambil sembari menunggu hasil investigasi tim gabungan yang tengah mengusut dugaan perundungan ini. (agr/muu)
(anf)