news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pesan Menyentuh Dokter Gia soal Kasus Yurizal Tri Chaerawan.
Sumber :
  • Instagram/@yurizaltrich/@giapratamamd

Pesan Menyentuh Dokter Gia soal Kasus Yurizal Tri Chaerawan: Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Unggahan Dokter Gia Pratama soal kasus Yurizal Tri Chaerawan viral di media sosial. Pesannya kepada dokter dan nakes tentang empati serta profesionalisme.
Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus yang menimpa Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang sempat mengeluhkan lamanya menunggu kamar rawat inap sebelum meninggal dunia, masih terus menyisakan perhatian publik.

Di tengah polemik mengenai komentar bernada sinis dari sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes), muncul suara reflektif dari dokter umum sekaligus kreator edukasi kesehatan, dr. Gia Pratama Putra.

Melalui akun media sosial pribadinya, Dokter Gia mengajak para dokter dan tenaga kesehatan untuk kembali mengingat esensi profesi yang mereka jalani.

Menurutnya, kompetensi medis saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan empati dan sikap profesional terhadap pasien.

Almarhum Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS
Sumber :
  • Threads @yurizaltrich

Unggahan tersebut pun mendapat banyak respons positif karena dinilai menjadi pengingat penting di tengah sorotan masyarakat terhadap etika komunikasi tenaga kesehatan, khususnya di media sosial.

Dalam unggahannya, dr. Gia menekankan bahwa jas putih dokter maupun seragam rumah sakit memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar identitas profesi.

Menurutnya, seragam tersebut merupakan simbol tanggung jawab moral yang mengingatkan tenaga kesehatan agar mampu mengendalikan emosi, meski berada di bawah tekanan pekerjaan yang berat.

"Teman-teman dokter, teman-teman nakes. Jas putih yang kita kenakan, seragam rumah sakit yang melekat di tubuh kita, sejatinya adalah pakaian penetral emosi," tulis dr. Gia.

Ia menjelaskan bahwa setiap dokter maupun tenaga kesehatan tentu pernah mengalami kelelahan, tekanan pekerjaan, rasa kecewa, bahkan kemarahan.

Namun, ketika mengenakan seragam profesi, semua emosi tersebut harus dikesampingkan demi kepentingan pasien.

"Saat seragam itu dipakai, kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa segala lelah, kecewa, marah, dan segala tekanan yang kita rasakan, ada tanggung jawab besar untuk tetap bersikap profesional."

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi yang sedang menjadi perhatian publik, yakni pentingnya menjaga etika komunikasi, baik saat melayani pasien secara langsung maupun ketika berinteraksi di ruang digital.

Bagian yang paling banyak mendapat perhatian dari unggahan Dokter Gia adalah kalimat penutupnya.

Ia mengingatkan bahwa sesulit apa pun pekerjaan tenaga kesehatan, pasien tetap berada dalam posisi yang jauh lebih berat karena harus menghadapi rasa sakit, ketidakpastian, dan kecemasan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:14
02:20
02:18
05:03
02:41
01:41

Viral