- Istimewa
Oknum Dokter yang Hujat Pasien BPJS Keluhkan Antrean 8 Jam Sebelum Meninggal Dunia Digadang-gadang Penerima LPDP
Ia memilih pendidikan doktoral (Ph.D.) di Kobe University, Jepang. Ia berkecimpung di bidang studi Cardiovascular Science atau ilmu kardiovaskular.
Di momen ini, dr Elda menempuh pendidikan tersebut melalui program beasiswa sehingga tercatat sebagai awardee LPDP dan menjadi penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) diberikan oleh Pemerintah Jepang.
Ia juga pernah menyabet penghargaan Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025. Kabar ini dipamerkan melalui unggahan akun @internaugm.
Selain prestasinya, kabar ia menjadi penerima beasiswa LPDP saat merilis pernyataan resmi terkait permintaan maaf setelah berkomentar secara nirempati di cuitan Yurizal.
dr Elda Putri Rahardini Minta Maaf
Melalui surat pernyataan yang beredar pada Selasa, 4 Agustus 2026, dr Elda menyampaikan permohonan maafnya. Dalam surat itu, ia mengakui kesalahan telah berkomentar secara tidak pantas.
Ia mengakui bahwa komentar tersebut juga tidak mencerminkan nilai-nilai profesi kedokteran. Baginya, cuitan itu tak menunjukkan empati kepada pasien BPJS Kesehatan tersebut.
"Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati," tulis dr Elda.
"Saya sangat menyesali bahwa tindakan saya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya saya junjung tinggi, baik sebagai seorang individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP," tambahnya.
Selain minta maaf dan belasungkawa, dr Elda mengaku siap mendapat kritikan hingga konsekuensi dari tindakannya. Ia berjanji tidak akan mengulangi dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting betapa pentingnya berhati-hati saat menggunakan media sosial.
(hap)