- Instagram @erikarichardo
Erika Richardo Bagikan Kualitas Udara Palangka Raya Hari Ini, Minta Warga Cari Rumah Aman Asap
tvOnenews.com - Erika Richardo membagikan kondisi kualitas udara Palangka Raya pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan. Melalui unggahan media sosialnya, Erika memperlihatkan alat pengukur partikel udara dengan angka yang mengkhawatirkan sekaligus mengingatkan warga untuk mencari tempat aman dari paparan asap.
“Udara baik itu angkanya di 0-50. HARI INI DI PALANGKARAYA NYENTUH 3075 ,” tulis Erika dalam unggahannya.
Dalam foto yang dibagikan, alat pengukur partikel udara menunjukkan angka PM2.5 sebesar 3.075 dan PM10 sebesar 13.352. Sementara itu, kondisi langit di sekitarnya tampak diselimuti kabut asap berwarna oranye.
Erika juga mengungkapkan bahwa udara di lokasi terasa sangat sesak. Ia mengimbau warga Kalimantan yang memiliki akses ke fasilitas Rumah Aman Asap agar segera mendatangi tempat tersebut.
“Sesek banget disini, untuk warga kalimantan kalau memang ada rumah aman asap segera kesana ya!!” lanjutnya.
Unggahan Erika Richardo. (Sumber: Threads @erikarichardo)
Sebelumnya, Erika Richardo bersama pasangannya, Jerhemy Owen, terjun langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk membantu penanganan bencana karhutla.
Erika dikenal sebagai influencer, konten kreator, dan pelukis muda Indonesia yang populer melalui TikTok dan Instagram. Selain membuat konten seni melukis dengan berbagai media unik, ia juga memanfaatkan media sosial untuk menggerakkan aksi kemanusiaan.
Bersama Jerhemy Owen, Erika melakukan penggalangan donasi dan menyalurkan bantuan logistik berupa alat penjernih udara atau air purifier bagi warga terdampak. Keduanya juga menginisiasi fasilitas Rumah Aman Asap untuk membantu masyarakat yang terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Unggahan Erika mengenai kualitas udara Palangka Raya kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman mereka menghadapi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Salah satunya adalah pemilik akun @aisyaahana_ yang mengabarkan bahwa hujan sempat turun beberapa hari sebelumnya. Namun, kondisi udara kembali memburuk setelah kebakaran terjadi lagi.
“Ada kak beberapa hari yang lalu, sempat deras tapi mungkin cuma 10-15 menit.. besoknya langsung berkurang bgt asapnya, tapi ga lama ada kebakaran lagi sampai sekarang, sekarang oren lagi deh. Doakan kami ya,” tulis akun @aisyaahana_.
Warganet lainnya, sita.wasitah, turut menyampaikan harapan agar hujan deras turun untuk membantu mengatasi kebakaran yang terjadi.
“Ya Allah,turunkan hujan-Mu yang deras sederasnya tapi tidak membahayakan Aamiin..”
Sementara itu, akun amaliafardani menggambarkan kondisi kabut asap yang membuat suasana terasa berbeda dari biasanya.
“Ngeliatnya kaya di dunia lain. Di daerahku ga nyampe 3000 aja udah pengap banget. Semoga lekas berakhir kebakaran ini ya Allah.”
Selain itu, sejumlah warganet membagikan foto dan video langit berwarna oranye yang dipenuhi asap. Ada pula warga yang mengaku tetap harus bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi tersebut.
Kondisi ini kembali menyoroti dampak karhutla di Kalimantan terhadap kehidupan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas, kabut asap juga menjadi perhatian karena paparan partikel halus di udara dapat berdampak pada kesehatan.
Catatan: Angka PM2.5 dan PM10 dalam artikel ini merujuk pada tampilan alat pengukur yang dibagikan Erika Richardo. Angka tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan indeks kualitas udara (AQI) resmi.
(anf)