news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Hati-Hati, Foto dan Video AI Bisa Mengubah Ingatan Anda Tanpa Disadari: Riset MIT Ungkap Risikonya.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Hati-Hati, Foto dan Video AI Bisa Mengubah Ingatan Anda Tanpa Disadari: Riset MIT Ungkap Risikonya

Riset MIT dan studi di Irlandia menemukan konten AI serta deepfake dapat memicu ingatan palsu. Kenali cara kerja, contoh dampak, dan langkah menghindarinya.
Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:30 WIB
Reporter:
Editor :

Dibandingkan kelompok kontrol, kemunculan ingatan palsu pada kelompok ini mencapai sekitar 2,05 kali lipat. Tingkat keyakinan terhadap ingatan yang keliru juga lebih tinggi, sekitar 1,19 kali dibandingkan kelompok kontrol.

Temuan ini memperlihatkan bahwa ketepatan ingatan dan keyakinan terhadap ingatan merupakan dua hal berbeda. Seseorang dapat merasa yakin bahwa dirinya melihat suatu kejadian, padahal detail yang diingat telah dipengaruhi materi visual yang muncul kemudian.

Contoh sederhananya adalah foto seseorang di sebuah restoran yang kemudian diubah menjadi video seolah-olah ia bertengkar dengan orang lain. 

Jika video tersebut berulang kali ditonton atau dibicarakan, sebagian orang dapat keliru mengingat adegan pertengkaran itu sebagai bagian dari kejadian asli. Eksperimen tersebut tidak berarti setiap orang pasti mengalami hal serupa, tetapi menunjukkan bahwa manipulasi visual dapat meningkatkan risiko tersebut.

Deepfake Politik dan Chatbot Bisa Menyisipkan Informasi Keliru

Dampak ingatan palsu juga menjadi perhatian dalam konteks politik. Studi yang terbit pada 2025 di jurnal Applied Cognitive Psychology menguji 443 peserta menggunakan materi berupa video *deepfake* politik, teks, dan audio sintetis. 

Ilustrasi Hati-Hati, Foto dan Video AI Bisa Mengubah Ingatan Anda Tanpa Disadari: Riset MIT Ungkap Risikonya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Peneliti dari Irlandia menemukan bahwa materi menyesatkan dapat menanamkan ingatan mengenai skandal politik fiktif. Dalam beberapa kondisi, niat memilih yang dilaporkan peserta turun hingga 20 persen. Namun, deepfake tidak selalu lebih efektif daripada teks biasa dalam memengaruhi ingatan.

Sebagai ilustrasi, video palsu yang seolah-olah memperlihatkan seorang kandidat melakukan pelanggaran dapat membuat penonton mengingat tuduhan tersebut sebagai kejadian nyata. Jika informasi itu memengaruhi penilaian terhadap kandidat, dampaknya berpotensi merembet pada keputusan politik. 

Meski demikian, penelitian tersebut mengukur respons peserta dalam eksperimen, bukan membuktikan bahwa semua konten deepfake akan mengubah hasil pemilu.

Risiko serupa juga muncul dalam percakapan dengan chatbot. Penelitian MIT yang dipublikasikan pada 2025 melibatkan 180 peserta dan membandingkan pengaruh ringkasan yang benar atau menyesatkan dengan percakapan bersama chatbot yang menyampaikan informasi akurat atau keliru. 

Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi dengan chatbot yang menyesatkan meningkatkan kemunculan ingatan palsu secara signifikan dibandingkan kondisi kontrol.

Artinya, risiko AI bukan hanya berasal dari foto atau video palsu. Ringkasan artikel yang salah atau jawaban chatbot yang menyisipkan detail fiktif juga dapat memengaruhi pemahaman seseorang tentang informasi yang sebelumnya dibaca.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral