news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pemanfaatan AI memerlukan pasokan air bersih.
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

Benarkah Penggunaan AI Bisa Habiskan Banyak Air Bersih? Ini Penjelasannya

Dalam artikel ini akan dibahas secara singkat terkait isu yang menyebut pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI memerlukan banyak penggunaan air bersih.
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com — Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari informasi, membuat gambar hingga membantu pekerjaan yang mudah diakses lewat ponsel.

Namun, di balik kemudahan tersebut, beredar kabar bahwa pemanfaatan AI ternyata membutuhkan konsumsi air bersih yang cukup banyak. 

Ini karena sistem AI membutuhkan pusat data atau data center yang mengoperasikan ribuan server. Perangkat tersebut mengonsumsi listrik dan menghasilkan panas sehingga memerlukan sistem pendingin agar dapat bekerja secara optimal.

Lantas, benarkah penggunaan AI bisa menghabiskan banyak air bersih? 

Alasan AI Membutuhkan Air Bersih

Logo ChatGPT
Sumber :
  • REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Perlu diketahui bahwa AI tidak bekerja hanya dengan mengandalkan perangkat lunak. Di balik setiap jawaban yang dihasilkan chatbot, terdapat infrastruktur komputasi yang menjalankan proses pengolahan data dalam skala besar.

Server di pusat data bekerja terus-menerus untuk memproses permintaan pengguna. Aktivitas tersebut menghasilkan panas yang perlu dikendalikan agar perangkat tidak mengalami penurunan kinerja atau kerusakan.

Salah satu metode yang digunakan untuk mengelola panas adalah sistem pendingin berbasis air. Dalam sistem tertentu, air membantu menyerap panas dari perangkat, kemudian panas tersebut dilepaskan melalui mekanisme pendinginan.

Air juga dapat digunakan secara tidak langsung untuk menghasilkan listrik yang memasok kebutuhan pusat data. Sejumlah pembangkit listrik memerlukan air dalam proses operasionalnya, sehingga konsumsi energi untuk menjalankan AI turut berkaitan dengan penggunaan sumber daya tersebut.

Artinya, jejak air AI tidak hanya berasal dari air yang digunakan langsung di pusat data. Proses produksi perangkat keras, termasuk semikonduktor dan cip komputer, juga membutuhkan air dalam jumlah tertentu.

Berapa Banyak Air yang Digunakan AI?

Ilustrasi seseorang sedang atur pengeluaran bulanan pakai ChatGPT
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

Penelitian yang dipublikasikan oleh peneliti dari University of California, Riverside, dan University of Texas at Arlington pada 2023 memperkirakan bahwa satu percakapan dengan ChatGPT yang terdiri atas sekitar 20 hingga 50 pertanyaan dan jawaban dapat berkaitan dengan penggunaan sekitar 500 mililiter air.

Angka tersebut kemudian kerap dikutip dalam pembahasan mengenai dampak lingkungan AI. Namun, angka itu bukan berarti setiap pertanyaan yang dikirimkan ke chatbot selalu menghabiskan satu botol air mineral.

Perkiraan tersebut berasal dari pemodelan penggunaan air pada sistem AI, termasuk kebutuhan pendinginan pusat data dan penggunaan air secara tidak langsung dalam pembangkitan listrik. Besarannya juga dipengaruhi lokasi serta waktu operasional pusat data.

Dalam publikasi lanjutan di jurnal Communications of the ACM pada 2025, para peneliti kembali membahas jejak air model AI. Dengan menggunakan GPT-3 sebagai contoh, penelitian tersebut memperkirakan kebutuhan air untuk menghasilkan sekitar 10 hingga 50 respons berukuran sedang setara dengan satu botol air berkapasitas 500 mililiter, bergantung pada kondisi operasionalnya.

Perlu diingat, estimasi tersebut menggunakan model dan asumsi tertentu. Angka itu tidak dapat langsung dijadikan patokan untuk seluruh layanan AI yang tersedia saat ini, karena setiap model memiliki kebutuhan komputasi, efisiensi perangkat keras, dan infrastruktur yang berbeda.

Dampak terhadap Ketersediaan Air Bersih

Ilustrasi pemanfaatan AI memerlukan pasokan air bersih
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

Besarnya perhatian terhadap jejak air AI bukan semata-mata karena volume air yang digunakan, melainkan juga karena lokasi penggunaannya.

Pusat data yang menggunakan air di wilayah dengan pasokan melimpah memiliki konsekuensi berbeda dibandingkan fasilitas yang beroperasi di daerah yang sedang mengalami kekeringan atau menghadapi keterbatasan air bersih.

Ketika kebutuhan air industri meningkat di suatu wilayah, pengelola perlu memastikan bahwa pasokan untuk masyarakat, pertanian, dan kebutuhan ekosistem tetap terlindungi. 

Persoalan ini menjadi semakin relevan apabila pembangunan pusat data berlangsung berdekatan dengan permukiman yang juga bergantung pada sumber air yang sama.

Di sisi lain, penggunaan air perlu dinilai secara menyeluruh. Air yang diambil dari sumber tertentu tidak selalu seluruhnya habis dikonsumsi karena sebagian dapat dikembalikan ke lingkungan. 

Maka dari itu, pengukuran perlu membedakan antara volume air yang diambil dan air yang benar-benar terkonsumsi atau tidak lagi tersedia untuk digunakan kembali dalam jangka waktu dan lokasi yang relevan.

Langkah Mengurangi Jejak Air dari Teknologi AI

  • Menggunakan AI sesuai kebutuhan 
  • Meningkatkan efisiensi server dan model AI
  • Meningkatkan keterbukaan data lingkungan
  • Mengembangkan sistem pendingin yang lebih efisien 
  • Mempertimbangkan ketersediaan air saat membangun pusat data

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral