- Ilustrated by ChatGPT
Waspada! 6 Tugas Ini Sebaiknya Jangan Dikerjakan dengan Bantuan ChatGPT
4. Menggantikan Psikolog atau Konselor
Di era sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan ChatGPT sebagai medium untuk curhat atau mengajak bicara tanpa perlu membuat janji. Akan tetapi, platform ini bukan pengganti psikolog ataupun psikiater.
Respons yang terdengar empatik dari ChatGPT tidak berarti chatbot benar-benar memahami kondisi emosional seseorang karena platform AI ini bereaksi berdasarkan apa yang disampaikan pengguna.
5. Mengambil Keputusan Medis
Masalah kesehatan membutuhkan penilaian yang cermat karena setiap orang memiliki kondisi tubuh, riwayat penyakit, dan kebutuhan pengobatan yang berbeda.
ChatGPT bisa membantu menjelaskan istilah medis atau memberikan informasi umum mengenai suatu penyakit. Namun, AI tidak dapat menggantikan pemeriksaan langsung, diagnosis, dan penanganan oleh tenaga medis yang kompeten.
Mengandalkan jawaban AI untuk menentukan diagnosis, mengubah dosis obat, atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter berisiko membahayakan kesehatan.
6. Mengambil Keputusan Keuangan yang Berisiko
ChatGPT dapat membantu menjelaskan konsep investasi, membandingkan jenis instrumen keuangan, atau menyusun gambaran anggaran bulanan. Akan tetapi, keputusan yang menyangkut tabungan, utang, dan investasi tetap membutuhkan pertimbangan pribadi.
Kondisi keuangan, tujuan hidup, toleransi terhadap risiko, serta kebutuhan setiap orang tidak selalu sama. Selain itu, informasi mengenai harga aset, suku bunga, dan kondisi pasar bisa berubah dengan cepat.
Mengikuti rekomendasi AI tanpa memeriksa sumber dan mempertimbangkan kemampuan finansial sendiri dapat meningkatkan risiko kerugian.