- tim tvOne
Ingin Hati Tenang? Amalkan 3 Dzikir yang Dijelaskan oleh UAS Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Berdzikir adalah salah satu yang dapat kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam Program tvOne Indahnya Ramadhan, UAS dan Sahabat menjelaskan bahwa dzikir terbagi tiga.
“Dzikir dibagi tiga, ada zikir lisan Subhanallah, Alhamdulillah Lailahaillallah Wallahu Akbar, la haula wala quwwata illa billah, astaghfirullahalazim, Allahumma sholli ala sayyidina muhammad, membaca Qur’an, ini semuanya adalah dzikir tapi itu dzikir lisan menyebut istilahnya menyebut,” kata UAS.
Dzikir kedua dikatakan oleh Ustaz Abdul Somad adalah dzikir hati.
“Yang kedua adalah dzikir hati, hati kita ingat kepada Allah subhanahu wa ta'ala bukan berarti memejamkan mata membayangkan sesuatu Allah,” kata UAS.
“Kita berdzikir mengingat Allah di dalam hati kita Allah, siapa itu, Allah Allahu laa Ilaha illallah bagaimana dia Dia Maha hidup Al Qayyum, dia mengatur hidup saya,” tambah UAS.
Setelah dzikir lisan, hati, yang ketiga adalah dzikir pikiran.
“Dzikir lisan menyebut, dzikir hati mengingat, dzikir pikiran adalah paham, berilmu. jika terwujud ketiga ini maka insyaallah Allah yang akan menurunkan ketenangan itu kepada hati orang-orang beriman.
UAS mengatakan bahwa kunci ketenangan hidup dari setiap manusia adalah terletak di hati.
“Ketenangan letaknya bukan pada benda bukan pada materi tapi ketenangan itu letaknya di hati,” ujar UAS.
Ilustrasi (tvOnenews)
“Karena ketenangan yang hakiki yang sebenarnya itu ada ketika kita menghubungkan ruh kita, hati kita, kalbu kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala,” tambah UAS.
Cara menenangkan hati yang tidak tenang yaitu dengan selalu berdzikir.
“Dengan banyak berdzikir mengingat Allah, maka hati akan menjadi tenang,’ kata UAS.
UAS kemudian mengatakan bahwa Nabi memberikan perumpamaan antara orang hidup dan orang mati.
“Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat Allah, seperti orang hidup dan orang mati,” kata UAS.
Maka orang yang hidup dikatakan UAS ketika seorang manusia berhasil menghubungkan ruh dan hatinya.