- Tangkapan Layar/YouTube Adi Hidayat Official
Tegas! Ustaz Adi Hidayat Tolak Alat Kontrasepsi untuk Remaja dan Usia Sekolah: Mau Dibawa Kemana Generasi Bangsa Ini?
“Ini kan anak-anak belum menikah, Undang-undang Pernikahan menetapkan batas minimal, Undang-undang Pendidikan meningkatkan iman dan takwa tapi ini di Undang-undang Kesehatan menyediakan alat yang kontradiktif dengan dua peraturan itu,” tambah Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat kemudian mempertanyakan kepada seluruh pihak mau dibawakah sebenarnya generasi bangsa ini.
Kemudian Ustaz Adi Hidayat mengingatkan, jangan pernah memasukkan budaya negara lain ke NKRI.
“Problem terbesar sering kali NKRI, garuda di dadaku tapi kenapa aturan negara lain, budaya negara lain dipaksakan dibawa ke negeri indonesia?” ujarnya.
“Budaya Barat biarkan dengan kebebasannya, budaya yang di Arab juga tidak harus sama di Indonesia,” lanjutnya.
Indonesia sejak dulu kata Ustaz Adi Hidayat adalah budaya timur dengan nilai-nilai keagamaan untuk membimbing nilai-nilai berbangsa.
Hal ini tentu kata Ustaz Adi Hidayat sudah dipikirkan oleh para pendiri bangsa Indonesia.
“Saat itu semua agamawan, negarawan, cendekiawan duduk bersatu. Orangtua kita dahulu tentu sudah melihat karakteristik,” katanya.
Namun Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa siapapun yang berpendapat jangan pernah dibuat dengan tujuan menjatuhkan orang.
Beliau mengatakan, mengenai keputusan ini, semua pihak harus bersinergi.
“Tentu inti poin kita saling bersinergi, jangan ditujukan untuk menjatuhkan pihak tertentu,” tandasnya.
Mengapa? Karena generasi bangsa yang sekarang adalah pengganti pemimpin yang ada saat ini.
“Pemimpin akan berganti, tugas kita harus menyiapkan generasi penerus,” tandasnya.
Tegas! Ustaz Adi Hidayat Tolak Alat Kontrasepsi untuk Remaja dan Usia Sekolah: Mau Dibawa Kemana Generasi Bangsa Ini? (Pixabay/Anqa)
Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan.
Salah satunya memuat upaya pemerintah meningkatkan layanan promotif dan preventif atau mencegah masyarakat menjadi sakit.
Layanan tersebut termasuk memastikan kesehatan reproduksi untuk remaja, di mana pemerintah akan menggalakkan pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.
Program tersebut antara lain mengedukasi tentang sistem, fungsi, dan proses reproduksi; menjaga kesehatan reproduksi; perilaku seksual berisiko dan akibatnya; keluarga berencana; serta melindungi diri dan mampu menolak hubungan seksual.