- Ilustrasi/Freepik
Doa Untuk Guru di Momen Hari Guru Nasional
tvOnenews.com - Guru adalah sosok yang memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan pencerah dalam kehidupan manusia.
Sementara dalam pandangan Islam, guru merupakan salah satu sumber ilmu yang harus dihormati karena ilmu adalah cahaya yang membimbing seseorang menuju kebenaran.
Seorang murid haruslah memiliki adab terhadap guru seperti menghormati dan memuliakan guru.
Kemudian murid dalam menuntut ilmu dengan semangat dan kesungguhan menunjukkan rasa hormat terhadap guru.
Seorang murid juga jangan sampai lupa untuk berterima kasih kepada guru.
Hal ini sebagaimana pesan Nabi dalam hadis berikut ini. Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad, no. 18529)
Terakhir, alangkah baiknya jika seorang murid mendoakan guru-gurunya sebagaimana doa kepada orang tua.
Ddisebutkan dalam syair yang dikutip Ta’lim Muta'allim:
أُقَدِّمُ أُسْتَاذِي عَلَى نَفْسِ وَالِدِي ** وَإِنْ نَالَنِي مِنْ وَالِدِي الْفضْلَ وَالشَرَف
“Aku lebih mengutamakan guruku dari orang tuaku, meskipun aku mendapat dari orang tuaku keutamaan dan kemuliaan.”
فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ ** وَهذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ كَالصَّدَف
“Ustazku adalah pengasuh jiwaku dan jiwa adalah bagaikan mutiara, sedangkan orang tuaku adalah pengasuh badanku dan badan bagaikan kerangnya.”
Maka dari syair di atas seorang guru harus didoakan, sebagaimana doa kita kepada orang tua.
Doa yang dipanjatkan bisa apapun, selama untuk kebaikan.
Suatu hari, anak Imam Ahmad bin Hanbal, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menanyakan tentang sosok Imam Syafi’i,
“Wahai ayahku, bagaimana sosok Imam asy-Syafi’i itu? Aku mendengar bahwa engkau banyak mendoakannya. Imam Ahmad bin Hanbal menjawab, “Wahai anakku, Imam Syafi’i itu diperumpamakan seperti matahari bagi dunia, dan kesehatan bagi manusia. Lihatlah, apakah kedua benda itu memiliki pengganti?