- NU Online/Suwitro
Hidup Susah Uang Tak Punya Penyebab Rezeki Sulit Mengalir Deras, Sebaiknya Harus Begini Kata Gus Baha
tvOnenews.com - Persoalan rezeki dalam hidup membuat kehidupan menjadi terasa bahagia juga bisa menyebabkan pusing, apalagi ketika digempur kesulitan ekonomi bertubi-tubi.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengibaratkan, orang yang tidak merasakan rezeki diartikan tak memiliki uang atau bentuk lainnya, sehingga hidup harus diselimuti kesusahan.
Gus Baha memahami, ketika tidak memiliki uang dan sesuatu yang dijadikan kebutuhan hidup, maka dipastikan orang tersebut mengalami persoalan rezeki dalam kehidupannya.
Orang mengalami kesusahan rezeki, mau tidak mau harus mencari nafkah dan bekerja banting tulang ke sana ke sini. Namun, Gus Baha mempunyai perspektif sendiri disertai dengan kelakarnya.
- NU Jepara
"Tidak punya uang marah-marah dan keluar rumah bertemu orang. Waduh, itu sama saja hampir semua orang menjadi korban?," kelakar Gus Baha dilansir tvOnenews.com dari video short kanal YouTube Al Qolbu, Minggu (9/3/2025).
Menurut Gus Baha, apabila rezeki sedang seret tidak perlu keluar rumah. Cara seperti itu berarti akan membuat banyak orang lain menjadi korban, bahkan dirugikan oleh orang tersebut.
Orang yang selalu mengalami kesusahan akan berpengaruh pada kondisi psikologisnya, sehingga orang tersebut hanya marah-marah ketika keluar rumah, meskipun tujuannya untuk mencari nafkah.
Kesusahan Rezeki Bikin Emosi
- iStockPhoto
Perkara seseorang mengalami kesulut ekonomi, Gus Baha mengambil kisah orang yang berperilaku buruk namun ceritanya sangat lucu. Orang tersebut mengalami gangguan psikologisnya.
Psikologisnya terganggu tidak jauh-jauh karena kesulitan rezeki. Jika kita mengambil dari kasus yang sudah-sudah, seseorang akan selalu merasa marah-marah saat tidak memiliki uang.
Gus Baha menyampaikan hal ini berdasarkan pengalaman dari banyak orang, misalnya ketika kita menanyakan sesuatu kepada orang yang digempur masalah uang, maka jawabannya akan tak sesuai ekspektasi.
"Mau ke mana? 'Mau ke depan, tanya-tanya!'," contoh dia.
Orang yang memberikan pertanyaan seperti itu, seolah-olah menyinggung perasaan seseorang yang menjadi targetnya, sehingga hanya menimbulkan emosi dan terjadinya pertengkaran.
Maka dari itu, Gus Baha membagikan solusinya agar tidak keluar rumah, apabila digempur permasalahan ekonomi akibat selalu tak mempunyai uang berlimpah.
"Maksudnya kalau saya lagi pusing itu tidak perlu keluar, solusinya ya sudah di rumah. Jangan merusak diri sendiri dan orang lain," pungkasnya.
Kesimpulan: Ketika mengalami kesusahan rezeki, maka solusi terbaiknya tidak keluar rumah sesuai dengan saran Gus Baha yang disertai gaya khas kelakar dalam kajiannya.
(hap)