- Tim tvOne - Agung Wibowo
Viral Pensiunan ASN Tendang Kucing hingga Mati di Blora, Ini Penjelasan Hukum Menyakiti Hewan dalam Islam
Ia mengingatkan, mengusir secara wajar masih bisa dimaklumi, tetapi menyakiti, apalagi hingga membunuh, adalah perbuatan yang dilarang keras dalam Islam.
Nabi Marah saat Hewan Disakiti, Sekecil Apa pun
Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somad menyebut beberapa contoh bagaimana Rasulullah SAW sangat tegas melarang penyiksaan terhadap hewan.
Salah satunya kisah seseorang yang membakar sarang semut.
“Ada seorang laki-laki menyalakan obor ke pohon, di situ ada sarang semut. Nabi marah. Apa kata Nabi: La yu’azzibu bin nar illa rabbunnar—tidak boleh menyakiti dengan api kecuali Allah,” jelas Ustaz Abdul Somad.
Bahkan dalam urusan menyembelih hewan yang dibolehkan sekalipun, Islam mengatur adabnya agar tidak menimbulkan penderitaan.
“Kalau kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik. Tajamkan pisaunya. Jangan menyakiti. Jangan mengasah pisau di depan mata kambing,” katanya.
Menurut UAS, meneror hewan saja tidak boleh, apalagi menyiksanya.
“Sedangkan meneror kambing gak boleh, apalagi meneror manusia,” tambahnya.
Peringatan Keras bagi Pelaku Kekerasan terhadap Hewan
Menanggapi berbagai video penyiksaan hewan yang beredar, mulai dari menyiram kucing dengan air panas hingga membakarnya, Ustaz Abdul Somad menyampaikan peringatan keras dengan mengutip hadis Nabi.
“Siapa yang tidak ada rasa kasih sayang dalam hatinya, maka Allah tidak sayang kepada dia,” ucapnya.
“Sayangilah makhluk yang di bumi, niscaya Allah akan menyayangi kalian,” lanjutnya.
Menurut Ustaz Abdul Somad, ukuran keimanan seseorang tercermin dari cara ia memandang dan memperlakukan makhluk Allah.
“Allah hanya mencurahkan kasih sayang. Kalau di hati itu ada kasih sayang, pandanglah makhluk Allah dengan pandangan kasih sayang,” tutupnya. (gwn)