news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi shalat.
Sumber :
  • Pexels/Meruyert Gonullu

Kapan Boleh Menjamak dan Mengqashar Shalat? Ini Syarat dan Ketentuannya Kata Ustaz Adi Hidayat

Kapan boleh menjamak dan mengqashar shalat? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang syarat dan ketentuan shalat jamak dan qashar.
Minggu, 15 Maret 2026 - 06:00 WIB
Reporter:
Editor :

Namun jika sekaligus mengqashar, maka dua shalat tersebut dapat digabung dan masing-masing menjadi dua rakaat.

Ilustrasi shalat
Sumber :
  • Pexels/Michael Burrows

Boleh Menjamak Karena Kesulitan (Masyaqqah)

Selain faktor jarak, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa tingkat kesulitan dalam perjalanan juga bisa menjadi alasan seseorang menjamak shalat.

Dalam istilah fikih, kondisi ini disebut masyaqqah, yaitu situasi yang menyulitkan seseorang untuk melaksanakan shalat pada waktunya secara normal.

Misalnya perjalanan yang tidak terlalu jauh tetapi menghadapi kemacetan berat atau kondisi perjalanan yang sangat menyulitkan.

“Kalau dalam perjalanan yang mungkin jaraknya tidak terlampau jauh tapi kesulitannya tinggi, misalnya macet dan diduga sampai tujuan tidak lagi pada waktunya, itu boleh menjadikan kita menjamak bahkan mengqhasar,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Dengan kata lain, meskipun jarak perjalanan belum mencapai batas minimal safar, seseorang masih bisa mendapatkan keringanan jika situasi yang dihadapi benar-benar menyulitkan.

Ilustrasi shalat berjamaah
Sumber :
  • Unsplash/Annas Arfnahri

Pernah Terjadi di Masa Nabi Muhammad SAW

Ustaz Adi Hidayat juga menyinggung bahwa praktik menjamak shalat tidak selalu harus dalam perjalanan jauh. 

Dalam beberapa kondisi tertentu, hal itu juga pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW.

Misalnya ketika terjadi hujan lebat dan badai yang dikhawatirkan dapat membahayakan jamaah jika harus bolak-balik ke masjid.

“Dalam kasus Nabi pernah menjamak shalat padahal tidak ada safar. Saat itu ada hujan dan badai, maka setelah Maghrib langsung diiqamahkan lagi untuk Isya,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat khusus dan biasanya hanya berlaku bagi jamaah yang sudah berada di dalam masjid.

Memahami Hikmah Kemudahan dalam Islam

Penjelasan ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan bagi umatnya dalam beribadah, terutama ketika menghadapi kondisi yang sulit.

Selama seseorang memenuhi syarat safar atau menghadapi kesulitan yang nyata, maka keringanan seperti menjamak atau mengqashar shalat dapat dilakukan.

Dengan memahami ketentuan ini, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah shalat dengan lebih tenang tanpa meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan. (gwn)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral