- freepik
Naskah Khutbah Jumat 20 Maret 2026: Idul Fitri, Kemenangan atas Hawa Nafsu hingga Awal Babak Perjalanan Baru
Kemenangan sejati setelah sukses memperkokoh ketakwaan meski Ramadhan sudah berakhir. Maka dari itu, salah satu makna kemenangan pada bagian ini adalah pengendalian hawa nafsu.
Kita diperintahkan menahan diri saat di bulan Ramadhan, baik menahan lapar, dahaga, hingga hawa nafsu lainnya yang bersifat godaan pada manusia.
Di balik ujian tersebut, kita diajarkan harus tetap menahan hawa nafsu meski Ramadhan sudah berlalu. Dalam hadis riwayat yang shahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang kuat tidak hanya menang dalam perkelahian, namun juga kuat menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hawa Nafsu tidak sekadar pada kebutuhan fisik, melainkan bersifat hal lainnya yang meliputi emosi mengarahkan seseorang marah besar, iri hati, hingga cenderung melakukan berbagai hal yang sudah dilarang oleh Allah SWT.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Pada bagian kedua meliputi penjelasan tentang Hari Raya Idul Fitri sebagai awal babak perjalanan baru. Maksudnya, kita dituntut harus memperkokoh spiritu dan semangat selama bulan Ramadhan.
Idul Fitri memiliki makna bukan sebagai akhir perjalanan spiritual. Bagi yang menafsirkan hal tersebut, tentu sudah mengalami kekeliruan besar.
Idul Fitri dikenal sebagai awal perjalanan baru. Di kehidupan, kita pasti akan terus mendapat tantangan yang berat sebagai pembekalan menuju Akhirat.
Sebagai contohnya, tugas kita yang sederhana ialah mempertahankan kebiasaan selama bulan Ramadhan. Saat kita sudah terbiasa ibadah hingga memperbanyak amalan di bulan suci, tentuu harus melanjutkan aspek tersebut meski sudah memasuki 1 Syawal.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ankabut Ayat 69:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ
Artinya: "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam (mencari keridhaan) Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut, 29:69)