- Freepik
Ucapan Selamat Idul Fitri Sesuai Sunnah Versi Ustaz Adi Hidayat, Taqabbalallahu Minna wa Minkum atau Minal Aidin Wal Faizin?
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Raya Idul Fitri memiliki identik dengan berbagai tradisi. Selain tentang hari kemenangan spiritual setelah beribadah puasa di bulan Ramadhan, umat Islam melakukan tradisi saling memaafkan hingga bertukar ucapan.
Saat Lebaran, umat Islam di Indonesia sering kali menggunakan ucapan selamat Idul Fitri dengan kalimat "Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin".
Tak sedikit orang mukmin juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri menggunakan kalimat "Taqabbalallahu Minna wa Minkum". Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan mana ucapan yang sesuai dari sunnah Rasulullah SAW.
Menjawab pertanyaan ini, dalam suatu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat tidak membantah ucapan selamat Idul Fitri sudah menjadi tradisi sejak zaman dulu. Di zaman Nabi Muhammad SAW, umat Muslim kerap mengucapkan selamat terhadap sesama Muslim lainnya.
"Persoalan Taqabballahu maupun Minal Aidin, intinya saling memberikan selamat dalam kebaikan," kata Ustaz Adi Hidayat dinukil melalui channel YouTube Tanwir23, Jumat (20/3/2026).
Ucapan Selamat Idul Fitri Sunnah Rasulullah SAW Menurut Ustaz Adi Hidayat
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Ia menjelaskan, keduanya saling mengandung kebaikan. Namun ada perbedaan dalam urusan maknanya jika mengacu pada seesuai sunnah.
Ia mengatakan, makna tentang kebaikan lebih mengacu pada kalimat "Taqabbalallahu Minna wa Minkum". Terkait hal ini, UAH sapaan akrabnya, mengungkapkan alasannya.
Ia menegaskan, pada umumnya ucapan Hari Raya Idul Fitri tidak hanya berupa kalimat saja, melainkan mengandung di mana umat Muslim saling memberikan doa.
"Jadi bukan menyelamati ya, ingat nih tapi lebih mendoakan. Sunnahnya itu kan memberikan doa," terangnya.
Ia menjelaskan makna dari kalimat Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Isinya lebih mengacu di mana orang mukmin sudah berupaya untuk menjalankan ibadah puasa dan amalan lain selama sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Ketika Idul Fitri tiba, umat Muslim berbondong-bondong merayakan hari kemenangannya. Maka dari itu, banyak orang mukmin berharap ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
"Arti dari Taqabbalallahu Minna wa Minkum sebenarnya mengandung istilah di mana kita berucap semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian semua. Itu berkaitan dengan ibadah yang sudah kita laksanakan di Ramadhan (puasa, shalat, dan amalan lainnya)," bebernya.
Cakupan doa dari ucapan ini, kata UAH, ada harapan agar ibadah di bulan Ramadhan, seperti puasa, shalat, zakat, dan amalan lainnya yang meliputi doa, dzikir, tasbih, tilawah Al-Quran, menjauhi perbuatan buruk dapat diterima oleh Allah SWT.
"Kalimat ucapannya memang sangat singkat. Tapi itu kalimat yang muncul diajarkan oleh para ulama kita," imbuhnya.
Bagaimana untuk Ucapan Idul Fitri 'Minal Aidin Wal Faizin'?
- Freepik.com
Direktur Quantum Akhyar Institute itu menjelaskan persoalan kalimat Minal Aidin Wal Faizin. Ucapan tersebut muncul dari kalangan umat Muslim di Indonesia.
Kebanyakan orang mukmin di Tanah Air menggunakan kalimat tersebut. Di balik itu, ada arti yang berbeda dari Taqabbalallahu.
"Minal aidin berarti semoga kita masuk orang yang kembali menuju fitrah. Kalau wal faizin artinya dan beruntung kita. Itu sebenarnya bagian dari orang kita yang mengotak-atiknya," jelasnya.
Dari perbandingan itu, Ustaz Adi Hidayat lebih mengacu pada kalimat "Taqabbalallahu Minna wa Minkum" jika mempersoalkan ucapan Idul Fitri sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Kendati demikian, pendakwah kharismatik tersebut tidak mempermasalahkan jika ada yang menggunakan Minal Aidin Wal Faizin. Ia menegaskan, keduanya sama-sama memiliki arti yang dahsyat.
"Tidak salah sih kalau mau dipakai (Minal Aidin Wal Faizin), silakan saja. Tapi, kalau mau pakai yang sunnah ya itu tadi dengan kalimat Taqabbalallahu Minna wa Minkum," katanya.
Ia mengambil contoh penggunaan Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Biasanya itu terjadi sejak seusai malam itikaf, setelah khutbah shalat Ied selesai.
Pada momen itu, para jemaah shalat Ied biasanya bersalam-salaman sambil saling menggetarkan doa berupa kalimat Taqabbalallahu Minna wa Minkum.
Merujuk dari Rumaysho, keutamaan umat Muslim saling berjabat tangan dapat menggugurkan dosa tercantum dalam hadis riwayat dari Al Bara' bin 'Azib, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
Artinya: "Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah." (HR. Abu Daud Nomor 5212, Ibnu Majah Nomor 3703, At-Tirmidzi Nomor 2727, shahih bagi Syaikh Al Albani, dhaif bagi Al Hafizh Abu Thohir).
(hap)