news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Berita Foto: Lapak Hewan Kurban Mulai Bermunculan Jelang Iduladha 1447 H.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Naskah Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Sambut Hari Raya Idul Adha, Mari Meraih Keutamaan dan Pahala Kurban

Berikut rekomendasi naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk shalat Jumat, bertajuk "Sambut Hari Raya Idul Adha, Mari Meraih Keutamaan dan Pahala Kurban".
Kamis, 14 Mei 2026 - 23:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ibadah kurban semakin dekat. Hal ini mengingat sebentar lagi umat Muslim akan memasuki Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Terkait jadwal Hari Raya Idul Adha 2026 dan pelaksanaan ibadah kurban, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026.

Pemerintah memprediksi Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan berlangsung secara serentak. Sementara, Muhammadiyah telah resmi menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026.

Dalam hal ini, Hari Raya Idul Adha 2026 bertepatan pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi atau 10 Zulhijah 1447 H. Adapun Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026.

Maka dari itu, esensi keutamaan dan pahala dari ibadah kurban yang terletak pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah akan menjadi topik pembahasan menarik dalam naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat, 15 Mei 2026.

Naskah Khutbah Jumat: Sambut Idul Adha, Mari Meraih Keutamaan dan Pahala Kurban

Berita Foto: Lapak Hewan Kurban Mulai Bermunculan Jelang Iduladha 1447 H
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ وَالْاِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَايَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ. أَحْمَدُهُ حُمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَمُبْرِزُ كُلِّ مَنْ سِوَاهُ مِنَ الْعَدَمِ اِلَى الْوِجْدَانِ، عَالِمُ الظَّاهِرِ وَمَا انْطَوَى عَلَيْهِ الْجَنَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Kaum muslimin rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Marilah kita menanamkan hal ini dalam hati dan mengucapkannya melalui lisan sebagai kunci kata pertama menikmati karunia diberikan oleh-nya kepada kita semua.

Sholawat serta salam marilah kita menghaturkan kepada junjungan kiita, idola kita, Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau telah sukses melaksanakan visi dan misi dakwahnya untuk menyebarkan kebenaran melalui ajaran agama Islam yang penuh kedamaian dan kasih sayang.

Dalam pelaksanaan shalat Jumat ini. Khatib melalui mimbar yang mulia ini ingin mengajak kepada kalian semua khususnya khatib sendiri yang hadir dalam pelaksanaan shalat Jumat ini.

Khatib mengajak agar kita senantiasa berusaha meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam dalil Al-Quran melalui Surat Ali Imran Ayat 102, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali Imran, 3:102)

Melalui tafsir ayat ini, kita bisa merefleksikan diri betapa pentingnya berusaha dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Dengan modal takwa, kita bisa masuk dalam golongan hambat yang selamat, baik di dunia maupun akhirat berkat karunia dan rahmat-Nya.

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWT,

Ada banyak media dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya. Cara yang sering terdegar mendorong kita berusaha memeriahkan cinta dan kasih sayang-Nya.

Bagaimana untuk melakukan hal itu? Caranya tidak muluk-muluk, yakni istiqomah mengerjakan semua perintah dari-Nya. Contoh sederhananya mengerjakan shalat, puasa, zakat, dan sebagainya.

Bahkan, pelaksanaan hal-hal yang sunnah juga menjadi cara mendapat cinta dan kasih sayang Allah SWT, salah satunya adalah berkurban yang jatuh pada Hari Raya Idul Adha. Melalui cara ini, Allah SWT menunjukkan rasa cinta-Nya kepada kita semua.

Sebagaimana dalam sebuah hadis Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

مَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Artinya, "Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang telah aku wajibkan baginya. Dan tidaklah mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR Bukhari)

Ibadah kurban merupakan bagian dari perbuatan yang telah dianjurkan dalam agama Islam. Hukum ibadah ini adalah sunnah muuakkad, sebagaimana dalam dalil Al-Quuran melalui Surat Al-Kautsar Ayat 1-2, Allah SWT berfirman:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!." (QS. Al-Kautsar, 108:1-2)

Tafsir ayat ini memberikan tafsir yang bermakna. Meski terlihat sangat simpel, namun kita semua mendapat anjuran agar melaksanakan ibadah kurban seusai mengerjakan shalat pada Hari Raya Idul Adha.

Biasanya hewan-hewan untuk berkurban, antara lain unta, sapi, kambing hingga domba. Anjuran ini tak lepas menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Berkat-Nya, kita masih bisa diberikan segala kenikmatan dan karunia-Nya.

Saudaraku yang dikaruniai Allah SWT,

Berkurban di Hari Raya Idul Adha mempunyai nilai keutamaan dan kemuliaan yang begitu tinggi. Berkurban bahkan menjadi bagian perbutan yang sangat disenangi Allah SWT.

Allah SWT tentu segera mempersiapkan ladang pahala untuk hamba-hamba-Nya yang berkurban. Meski hal itu hanya sebatas saat pisau baru digesekkan pada lehere hewan kurban hingga sebelum darahnya menyentuh tanah.

Akan tetapi, pahala yang datang bertubi-tubi menjadi bagian dari balasan Allah SWT kepada ketaatan hamba-Nya yang berkurban hanya untuk memenuhi seruan dari-Nya.

Dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى فَرْثِهِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ فِى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya: "Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban, yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan (berkurban). Sesungguhnya, hewan kurban itu pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Dan sungguh, sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Karenanya, lapangkanlah jiwa kalian untuk melakukannya." (HR at-Tirmidzi)

Melalui salah satu karyanya bertajuk "al-Ghunyah li Thalibi Thariqi al-Haq", Syekh Abdul Qadir al-Jilani menjelaskan seputar kala Nabi Daud bertanya terkait pahala atau balasan dari Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad SAW yang berkurban. Pertanyaan itu pun langsung dijawab oleh-Nya yang berbunyi:

ثَوَابُهُ أَنْ أَعْطِيَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلىَ جَسَدِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَأَمْحُوْ عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَأَرْفَعُ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ. أَمَّا عَلِمْتَ يَا دَاوُدَ أَنَّ الضَّحَايَا هِيَ الْمَطَايَا وَأَنَّ الضَّحَايَا تَمْحُوْ الْخَطَايَا

Artinya: "Pahalanya adalah bahwa pada setiap bulu dari hewan kurbannya, Aku beri dia sepuluh kebaikan, Aku hapus sepuluh dosa-dosanya, dan Aku angkat dia dengan sepuluh derajat. Ketahuilah wahai engkau Daud, bahwa sesungguhnya hewan kurban itu adalah kendaraan dan sungguh hewan kurban itu adalah penghapus kesalahan-kesalahan."

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Dari pemaparan singkat di atas, itulah sejumlah kemuliaan, keutamaan, serta pahala dari Allah SWT untuk hamba-Nya yang melaksanakan ibadah kurban. Marilah kita mempersiapkan Hari Raya Idul Adha pada tahun ini sebagai ajang berlomba-lomba untuk berkurban agar bisia memenuhi seruan dari-Nya.

Pada dasarnya Idul Adha hanya terjadi satu kali dalam setiap tahunnya. Sebab, ibadah kurban terjadi setelah shalat Idul Adha hingga matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Khutbah II

Jemaah shalat Jumat yang dibanggakan Allah SWT,

Demikianlah khutbah Jumat pertama pada sesi pelaksanaan shalat Jumat hari ini yang menjelaskan tentang keutamaan dan pahala dari berkurban. Semoga kita bisa membawa manfaat hingga keberkahan untuk semua orang.

Melalui refleksi khutbah Jumat ini, kita berharap masuk golongan hamba yang istiqomah menjalani seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Amiin ya Rabbal Alamiin.

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, Muhammadiyah, Antara, NU Online Jatim.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral