- Ilustrasi AI Gemini
Hati-hati, Utang Materi Ternyata Bisa Bikin Rezeki Semakin Sempit, Kok Bisa? Begini Penjelasan Buya Yahya
tvOnenews.com - Di saat kebutuhan hidup terus mendesak sementara pintu rezeki terasa menyempit, berutang kepada orang terdekat sering kali menjadi jalan pintas yang terpaksa diambil demi bertahan hidup.
Kendati demikian, berkembang sebuah anggapan di tengah masyarakat bahwa jeratan utang justru dapat membuat aliran rezeki seseorang kian seret, sehingga jalan untuk melunasinya pun terasa semakin sulit diraih.
Lantas, faktor apa sajakah yang sebenarnya menyebabkan Allah SWT mempersempit rezeki hamba-Nya? Serta, benarkah ada hubungan sebab-akibat yang nyata antara perkara utang dengan seretnya rezeki?
Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Buya Yahya, Dalam ajaran Islam, perkara utang piutang merupakan urusan krusial yang sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata atau dianggap remeh.
Sekecil apa pun nominalnya, kewajiban untuk melunasi utang tersebut akan tetap melekat pada diri seseorang, bahkan hingga ia telah berpulang ke rahmatullah.
- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Apabila kewajiban tersebut belum sempat diselesaikan hingga ajal menjemput, maka beban utang yang ditinggalkan akan terus berlanjut menjadi pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Oleh karena itu, seluruh harta peninggalan atau warisan yang ditinggalkan oleh almarhum wajib dialokasikan terlebih dahulu untuk melunasi utang-utangnya sebelum dibagikan.
Bahkan dalam kehidupan di dunia, jeratan utang yang tidak disikapi dengan benar bisa menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan Allah SWT menyempitkan pintu rezeki seseorang.
"Kalau iya pinjam uang, hati-hati jika terbetik di hati anda ketidakmauan untuk membayar," ujar Buya Yahya.
Sebab, ketika terbersit sedikit saja niat di dalam hati seseorang untuk tidak melunasi utangnya, maka pada saat itu juga Allah SWT akan menutup dan mempersempit jalannya rezeki.
"Ingat, langsung disempitkan rezeki anda oleh Allah," tegas Buya Yahya.
Begitu berat konsekuensi serta hukuman yang harus ditanggung oleh mereka yang sengaja enggan membayar utang, lantaran tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk kezaliman dan sikap kurang ajar terhadap sesama manusia.
"Sebab berbentuk kekurangajaran, masa ditolong sama orang kok kurang ajar banget, awas hati-hati," tandasnya.
(far/kmr)