- dok.kolase tvOnenews.com / Gemini AI/antara-istimewa
Volimania Berspekulasi, Tim Voli Putri Ini Disebut-sebut Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Liga Voli Korea
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang tengah mengguncang Liga Voli Korea jelang bergulirnya V-League 2026-2027 memicu berbagai spekulasi di kalangan Volimania. Ada salah satu klub yang ramai dikaitkan oleh netizen Korea Selatan (Knetz), meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai dugaan tersebut.
Sebelumnya, media Korea Selatan ramai melaporkan bahwa seorang pelatih dari salah satu klub putri V-League sedang menjalani penyelidikan oleh Sports Ethics Center setelah seorang pemain melaporkan dugaan tindakan pelecehan seksual.
Melansir dari Naver Sports, menurut komunitas voli bahwa seorang 'Pelatih B' yang telah bersama klub sejak musim 20222-2024 telah melakukan perilaku tidak pantas saat acara makan malam tim pada akhir Januari 2026.
Saat itu Pelatih B mendudukkan seorang pemain di pangkuannya dan memeluknya. Meski saat itu pelatih kepala klub juga hadir dalam acara tersebut, namun ia tidak ikut campur.
Saat itu suasana pun menjadi tegang sehingga para pemain melambaikan tangan sebagai protes atas tindakan Pelatih B tersebut.
Laporan ini pun membuat Pusat Etika Olahraga (Sports Ethics Center) di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan saat ini telah membuka investigasi.
Di tengah proses penyelidikan itu, berbagai forum dan media sosial Korea mulai ramai membahas identitas klub yang dimaksud.
Sejumlah netizen Korea Sselatan atau Knetz menduga klub tersebut adalah Red Sparks, bahkan nama asisten pelatih Lee Kang-ju ikut dikaitkan dengan sosok pelatih berinisial B. Namun, dugaan tersebut masih sebatas spekulasi yang berkembang di media sosial.
Sejumlah volimania maupun netizen Korea Selatan pun berspekulasi, karena Red Sparks memang melakukan perombakan jajaran staf mereka.
Pasalnya laporan yang beredar juga mengatakan bahwa terduga pelaku tersebut sudah mengundurkan diri dari jabatannya dan klub.
Alhasil nama Lee Kang-ju pun ikut terseret di sejumlah forum Korea Selatan, karena dirinya tercatat sudah tak lagi menjadi bagian dari tim kepelatihan Red Sparks. Padahal pada musim lalu, ia masih mendampingi Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala.
Cocoklogi volimania Korea juga terus mengarah kepada Red Sparks yang memiliki manajer baru. Sebab laporan yang sama juga sempat mengabarkan bahwa klub tersebut melakukan pergantian mendadak di posisi manajer saat investigasi sedang berlangsung meski sang mantan manajer membantah adanya keterkaitan dengan kasus tersebut.
Bahkan volimania Indonesia juga sama-sama mencurigai bahwa terduga tersangka adalah mantan pelatih Red Sparks.
Berikut reaksi netizen dan volimania Korea Selatan dan Indonesia di berbagai forum dan sosial media:
"Saya mendengar dua pelatih menghilang. Lee Kang-ju dan Kim Cheon-jae???"
"Di antara tim voli wanita, satu-satunya tim yang baru saja mengganti asisten pelatihnya adalah tim jeong kwan jang"
"Ko Hee-jin ajusshi, tim maknae mu (pemain muda) seumuran dengan anak perempuan Anda katanya, tapi kenapa Anda cuma diam saja?"
"Banyak yang mencurigainya, kasusnya dari Januari dan di turnamen Danyang dia sudah tak ada menyisakan dua pelatih saja, tapi semoga bukan."
"Sepertinya RS"
"Lee Kang-ju juga bergabung bersam RS musim 2022-2023"
Namun perlu dicatat, hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan, identitas klub maupun pelatih yang terlibat belum dapat dipastikan.
Sehingga spekulasi yang beredar di kalangan volimania dan Knetz sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta sampai ada pernyataan resmi dari otoritas terkait.
(nad)