- KOVO
Ko Hee-jin Terancam Dihukum Berat Buntut Kasus Pelecehan Seksual di Red Sparks
Jakarta, tvOnenews.com - Pelecehan seksual yang melibatkan salah satu staf pelatih kepada pemain di Red Sparks membuat Ko Hee-jin ikut terseret. Bahkan sang pelatih kepala terancam mendapatkan hukuman berat di Liga Voli Korea.
Sebelumnya Liga Voli Korea dibuat geger setelah munculnya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang staf pelatih Red Sparks kepada pemain. Insiden ini terjadi pada Januari 2026, di mana saat itu klub menggelar acara makan malam resmi di sela jeda laga All Star.
Kemudian pada acara makan malam tersebut, seorang staf yang kemudian disebut sebagai 'Pelatih B' diduga melakukan pelecehan seksual terhadap satu pemain.
Saat itu Pelatih B mendudukkan seorang pemain di pangkuannya dan memeluknya. Meski saat itu pelatih kepala klub juga hadir dalam acara tersebut, namun ia tidak ikut campur.
Sang pemain kemudian melaporkan kasus tersebut, dan membuat Pusat Etika Olahraga (Sports Ethics Center) di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan melakukan investigasi.
Tak lama kemudian, Red Sparks buka suara dan resmi mengeluarkan pernyataan maaf kepada para pengemar atas kasus pelecehaan seksual tersebut.
Meski demikian, sejumlah pihak pun terancam mendapatkan hukuman berat. Salah satunya ialah Ko Hee-jin selaku pelatih kepala Red Sparks.
Paslanya Ko Hee-jin ada di lokasi kejadian, namun ia memilih bersikap acuh. Ia juga disebut sering mengajak para pemain untuk minum-minum dan bahkan ke sebuah bar milik kenalannya ketika Red Sparks tengah menjalani laga tandang.
"Saya tidak tahu, saya tidak ingat dengan jelas," kata Ko Hee-jin dikutip dari laman Sports World.
Laman Sports World juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, Ko Hee-jin malah membuat komentar seperti mengajak ke tempat lain.
"Kita lanjutkan ke babak ketiga," kata Ko-Heejin dalam laporan media Korea tersebut.
Padahal diposisi yang sama, korban merasa kalut dengan berada dalam posisi serba salah. Namun Ko Hee-jin malah bersikap tak peduli dan tutup mulut.