- NPC Indonesia
Pentingnya Guide Runner Bagi Atlet Para Atletik, Chemistry Jadi Kunci Arianti Putri Bawa Medali Asian Para Games
Jakarta, tvOnenews.com - Atlet para atletik Indonesia, Arianti Putri berhasil membawa medali perunggu Asian Para Games 2026.
Arianti Putri mengaku medali tersebut tak akan diraihnya tanpa dukungan dari guide runner alias pemandu larinya, Guntur Wijanarko.
Guide Runner menjadi sosok penting bagi atlet para atletik lari. Bahkan Arianti Putri dan Guntur Wijanarko telah dipasangkan sejak Juli lalu demi membawa pulang medali.
Arianti merupakan atlet klasifikasi T12 yang berlomba dengan bantuan guide runner. Dalam pertandingan, keduanya terhubung melalui tali di pergelangan tangan sehingga Guntur harus mampu menjaga ritme tanpa mengambil posisi lebih depan dari atlet yang didampinginya.
"Juli sudah mulai intens, karena sudah ada try out-try out di luar. Alhamdulillah mendapatkan waktu yang meningkat," ungkap Guntur.
Tantangan terbesar bagi Guntur adalah menyesuaikan langkahnya dengan Arianti yang memiliki panjang langkah berbeda. Sebagai pemandu, ia tidak bisa meminta atlet menyesuaikan diri, sehingga seluruh ritme lari harus mengikuti kebutuhan Arianti.
"Pastinya perbedaannya dari speed, langkahnya. Untuk Arianti langkahnya lebih pendek. Tetap saya sebagai guide menyesuaikan atlet. Jadi tidak bisa atlet yang menyesuaikan saya," jelas Guntur.
Aturan perlombaan juga membuat tugas seorang guide runner tidak sesederhana berlari berdampingan. Guntur harus memastikan dirinya tidak melewati posisi Arianti karena hal tersebut dapat memengaruhi jalannya perlombaan.
"Secara teknik, guide itu tidak boleh mendahului atlet. Jadi kalau tidak mendahului atlet, itu sudah bagus," katanya.
Menariknya, Guntur sendiri masih berstatus sebagai atlet aktif sehingga harus membagi fokus antara mempersiapkan performanya dan mendampingi Arianti. Ia mengakui tugas tersebut membutuhkan strategi, teknik serta komunikasi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar berlari bersama.
"Ternyata itu tidak semudah yang dipikirkan, bukan hanya lari bareng. Ternyata perlu banyak strategi dan teknik yang harus dibikin," lanjut Guntur.
Pendampingan bahkan berlanjut di luar lintasan, termasuk memperhatikan kondisi fisik dan pola nutrisi Arianti. Menurut Guntur, menjaga kebugaran atlet menjadi bagian penting agar performa tetap stabil selama menjalani rangkaian pertandingan.
Bagi Arianti, perjalanan menuju podium juga membutuhkan tujuan yang jelas, kesabaran dan pikiran positif. Ia mengaku pesan tersebut terus diberikan Guntur agar dirinya mampu menghadapi setiap proses dengan lebih tenang.
"Kalau kita sudah punya tujuan, pasti ada yang harus kita capai. Yang kedua itu ikhlas. Ikhlas menghadapi semua programnya, ikhlas kalau sewaktu-waktu Tuhan belum memberikan waktunya juara, ikhlas harus belajar lagi. Sama yakin sama diri sendiri," katanya.
"Mas Guntur bilang harus selalu positif, karena semua itu pengaruhnya kembali dari pikiran. Harus bahagia selalu, harus jadi diri sendiri," ujarnya.
Setelah membawa pulang medali untuk Indonesia, Arianti tidak ingin berhenti di Asian Para Games 2026. Ia kini membidik kesempatan tampil kembali di Paralimpiade Los Angeles 2028 dengan persiapan yang lebih matang.
"Ingin Paralimpiade lagi, karena kan sudah pernah merasakan. Pengen remedial lah di sana, biar waktunya lebih bagus, lebih siap lagi, dan dapat persiapan lebih panjang," tutur Arianti.