Pemerintah Turunkan Harga Tes PCR, Praktek di Lapangan Belum Berjalan
- tim tvOne - ari wibowo
Kulon Progo, DIY - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menetapkan batas tarif tertinggi tes PCR Rp275 ribu untuk wilayah Jawa dan Bali dan Rp300 ribu untuk luar Jawa-Bali. Namun di lapangan, calon penumpang di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) masih mendapatkan harga Rp450 ribu hingga Rp500 ribu untuk sekali tes PCR.
Penetapan harga terbaru tes PCR tersebut menyusul arahan Presiden Joko Widodo yang sebelumnya meminta adanya penurunan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu dengan masa berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat.
Namun penetapan tersebut tidak semuanya diterapkan oleh penyedia layanan test PCR , tidak sedikit penumpang pesawat di Yogyakarta Internasional Airport ( YIA) yang mengeluhkan test PCR masih mahal. Bahkan harga sekali test PCR masih dikisaran Rp 450.000 hingga Rp 500.000, terutama yang melakukan test di klinik maupun laboratorium.
Salah satu penumpang pesawat Oktavia Lidiya Puspaningrum mengatakan, meski harga test PCR sudah resmi diturunkan pemerintah, namun realisasinya dilapangan masih banyak penyedia layanan test PCR yang nakal. Ia harus membayar Rp475 ribu untuk sekali tes PCR di salah satu klinik di Yogyakarta.
Ia berharap pemerintah mengecek seluruh penyedia layanan test tersebut agar warga tidak dirugikan.
"Harga test PCR sudah diturunkan namun saya masih membayar dengan harga Rp 475.000 ribu, saya tak bisa berbuat apa lantaran test PCR sebagai syarat utama melakukan perjalanan udara," kata Oktavia, Senin (1/11/2021).
Ia berharap dinas terkait mengecek seluruh penyedia layanan test PCR, agar oknum yang nakal bisa diperingati dan dibina, "selain itu juga tidak merugikan masyarakat seperti saya sambung Oktavia."
Hal senada juga dikeluhkan Merina. Ia harus membayar test PCR dengan Rp495 ribu. "Saya melakukan test PCR kemarin dengan harga Rp 495.000, meski sudah tahu pemerintah sudah menurunkan harga tapi saya tak bisa berbuat apa " Ujar Merina.
Penumpang pesawat berharap adanya pengawasan dan pembinaan terhadap Rumah sakit, klinik maupun laboratorium yang menyediakan layanan test PCR diatas harga standar. (ari wibowo/ito)
Load more