News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ajaran-ajaran Nyeleneh Panji Gumilang Dikuliti Seorang Wanita, Leni sebut Adzan di Ponpes Al Zaytun Berbeda

Saat ini, nama Ponpes Al Zaytun begitu menyita perhatian publik. Tak lain dikarenakan tentang ajaran-ajaran Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun dianggap sebagian
Kamis, 6 Juli 2023 - 06:05 WIB
Kolase Panji Gumilang
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnennews.com - Saat ini, nama Ponpes Al Zaytun begitu menyita perhatian publik. Tak lain dikarenakan tentang ajaran-ajaran Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun dianggap sebagian orang nyeleneh. 

Tak hanya itu saja, Panji Gumilang yang disebut sebagai dedengkot Al Zaytun itu menjadi pembahasan di kalangan tokoh politik, agama hingga menuai perbincangan di stasiun televisi, seperti tvOne. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui program Catatan Demokrasi di tvOne, Panji Gumilang dengan ajaran yang dianggap nyeleneh di Ponpes Al Zaytun menjadi pemabahasan. 

Menariknya, dalam pembahasan tersebut, ada seorang wanita bernama Leny Siregar, yang merupakan eks santri dan juga eks pengurus Ponpes Al Zaytun, telah menguliti ajaran-ajaran Panji Gumilang. 

Leny Siregar katakan, dirinya mengakui bahwa ajaran Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun itu memang benar nyeleneh. Dia akui dirinya menyatakan seperti itu bukan tanpa bukti. 

“Saya membernarkan, jika ajaran Panji Gumilang itu nyeleneh. Jadi, untuk mengawalinya, saya ini bukan sebagai eks wali santri saja, tetapi saya juga sebagai orang dalam atau eks NII, atau KW9. Nah, saya ini sebagai saksinya, saya juga sebagai korbannya,” kata Leny Siregar di Program Catatan Demokrasi di tvOne.    

Sambungnya menjelaskan, bahwa dirinya masuk ke NII itu pada tahun 2000 awal sampai 2021 awal. Namun, dalam perjalanan dia bergabung di dalam, ia akui bahwa Panji Gumilang tak pernah mengaku sebagai imam kepada dirinya. 

"Namun melalui tahapan-tahapan Ulil Amri, akhirnya saya mengetahui bahwa Panji Gulimang adalah imam NII," pungkasnya. 

"Kalau misalkan dianggap sudah selesai, itu umat-umatnya masih menganggap dia sebagai imamnya. Semuanya harus turut tunduk patuh sama dia. Bahkan, hal yang remeh-remeh aja diurusin gitu,” sambungnya menjelaskan.

Tak hanya itu saja, Leny Siregar juga mengungkapkan bahwa berbagai ajaran nyeleneh diajarkan dedengkot Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Di antaranya, ia katakan, mulai dari cara sholat.

“Dari dahulu, saya mengalami, memang orang ini ngeyel. Dari mulai sholat, itu sudah jadi rahasia umum. Bahkan, tidak diwajibkan sholat karena kita itu masih masa Makkah ya. Saya sendiri memang manganggapnya sudah janggal, dan akhirnya saya tetap laksanakan sholat ya,” jelas Leny Siregar.


Kolase Foto Panji Gumilang dan Leny Siregar

Selain itu, Leny Siregar juga menceritakan soal dirinya yang ingin meminjam mukena. Namun pada saat meminjam, ia akui, dirinya diberikan mukena yang tak layak pakai.

“Walaupun, pada masa itu, sempat terbengkalai sholat saya. Sebagai wujud pemikiran kritis saya, acara tazkiyah saya sampai menanyakan ‘ada mukena gak?’ dan ditunjukkan mukena yang sudah kumal,” bebernya.

Dari kejadia itu, Leny Siregar menduga, bahwa mukena itu jarang digunakan untuk melaksanakan sholat.

“Berarti, di situ mukenanya nggak biasa dipakai kan, satu soal sholat, tetapi saya tetap menjalankan. Walaupun, sepanjang masa itu benar-benar ada keganjilan dalam hati saya ‘kenapa sih hanya beberapa menit saja kok dinafikan, kenapa diabaikan’,” cerita Leny Siregar.

Kemudian, ia pun menyinggung soal hal tersebut. Namun, ia katakan, dirinya malah mendapatkan tepisan, dengan dalil dan ayat Al Quran.

“Mereka bilang sholat itu dalam bentuk tilawah dan maliyah. Tilawah itu perekrutan dan maliyah itu untuk menarik infaq. Kemudian, ya kedua mengenai puasa, ini juga jam imsaknya sempat ada fase sampai pukul 6 pagi. Saya juga rancu di sini, tetapi selalu disampaikan ayat-ayat ketika saya bertanya,” jelasnya.

- Soal Adzan di Ponpes Al Zaytun

Tak hanya sampai di situ saja, dia juga menceritakan soal adzan di Ponpes Al Zaytun. Di mana menurut dirinya begitu berbeda dengan adzan yang biasa dia dengar. 

Sebab, dia katakan, adzan yang dikumandangkan di Ponpes Al Zaytun tak bernada, dan dia mendengar adzan di Ponpes Al Zaytun itu seperti nada orang marah.

“Adzan, yang tidak pernah didengarkan di luar selama mereka hidup di luar, tidak pernah mendengar lafal adzan seperti itu. Di sana mereka sempat agak aneh juga, walaupun akhirnya anak yang pertama itu terbawa juga. Mungkin, pernah bilal atau siapa gitu adzan seperti itu?” ungkap Leny Siregar.

Jadi, ia akui, bahwasanya banyak kejangalan dan ajaran nyeleneh di Ponpes Al Zaytun, terutama dengan ajaran-ajaran yang diberikan Panji Gumilang.

“Yang nyeleneh-nyeleneh ini tidak bisa saya pungkiri, karena memang dari dulu seperti itu. Seperti yang disebutkan ustaz tadi, psikologinya adalah NII,” jelasnya. 

“Adzannya itu tidak bernada seperti di luar, lurus datar dan sangat keras seperti mau marah,” sambungnya menuturkan.

Selain itu, dia juga katakan, bahwa ada bentuk penindasan di dalam Ponpes Al Zaytun. Satu di antaranya, soal konsumsi makanan.

“Penindasan untuk hal-hal dasar makan. Di sana kok sulit sekali ya untuk berkontribusi segi pemikiran gitu. Saya pernah mengusulkan untuk menghadirkan kantin kecil untuk di gedung pembelajaran, karena anak dalam masa pertumbuhan itu kan banyak makannya. Tapi itu mental tidak diterima,” jelasnya.

Bahkan, ia beberkan, saat masa Covid-19, para siswa kesulitan untku makan, sehingga banyak yang kekurangan gizi.

“Masa-masa pandemi Covid-19 itu ,diberlakukan lockdown di sana. Kami para orang tua akhirnya mengalami fase tidak bisa memberikan makanan ke sana, tapi di sana pun asupan makanan itu tidak terpenuhi juga,” kata Leny Siregar.

Bahkan, dia akui, untuk mengunjungi kantin ternyata sangat dibatasi untuk para santri Al Zaytun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau ke kantin itu harus ada yang mewakili, izinnya setengah mati. Padahal di kantin tersedia makanan banyak tapi sangat sulit untuk bisa ke kantin. Keluar asrama itu izinnya sangat sulit harus ada perwakilan. Sedangkan perwakilan tidak membawa makanan sebanyak yang dibutuhkan anak-anak di asrama,” jelas Leny.

“Sempat periksakan (kesehatan anak) dan dikatakan kurang gizi,” sambungnya. (rka/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral