Bukannya Insaf Malah Makin Parah, Kata Eks Anggota NII yang Merasa Diperas Panji Gumilang Dedengkot Al Zaytun
- YouTube
tvOnenews.com - Polemik seputar Panji Gumilang si dedengkot Al Zaytun rupanya masih belum usai dan terus memunculkan babak baru.
Kali ini seorang mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) mengaku merasa diperas oleh Panji Gumilang karena harus menyerahkan uang dalam jumlah besar.
Bahkan, sang mantan anggota NII itu sampai menyebut apa yang dilakukan Panji Gumilang justru semakin parah.
Dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam, mantan anggota NII ini juga membongkar banyak hal seputar Panji Gumilang.
Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube tvOnenews, berikut penuturan Leni Siregar, mantan wali santri atau mantan anggota NII, yang pernah merasa diperas oleh Panji Gumilang.
Melalui wawancara virtual, Leni menjelaskan cara-cara yang dilakukan secara individu maupun yayasan Panji Gumilang untuk mendapatkan dana.
Menurut kesaksian Leni, biasanya uang didapatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial.
"Follow up lewat WhatsApp, Instagram atau media sosial gitu," ungkap Leni.
"Yang biasa dilakukan di antara teman-teman ya follow up lewat WhatsApp grup, menyebarkan proposal," lanjutnya.
Dari sini Leni langsung mengutarakan hal yang menurutnya janggal yaitu dalam hal penggunaan dana sumbangan.
Memang pada awalnya Leni tertarik dengan program pembangunan tempat ibadah di daerah pelosok yang benar-benar terwujud.
Namun ternyata ada penyelewangan dana yang membuatnya geram.
"Memang dilaksanakan sih mbak, pembangunan mushola yang hampir rubuh, makanya saya tertarik karena di pelosok sana MCK terbangun, itu termotivasi saya memang untuk membantu fasilitas di sana," ujar Leni.
"Tapi sejak udah tahu malah dimanfaatkan lebih, itu saya enggak suka, hati nurani saya berontak," lanjutnya.
Leni menegaskan bahwa dirinya tak ingin dijadikan budak demi memuaskan keinginan Panji Gumilang dalam menarik dana yang begitu besar.
"Saya enggak mau saya dan teman-teman saya dijadikan budak, diperalat untuk kembali ke cara-cara zaman dulu untuk memenuhi target," tegas Leni.
Terutama yang membuat Leni geram adalah dirinya merasa diperas karena besaran uang yang harus ia setorkan mengalami lonjakan yang begitu besar.
Load more