GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bocorkan Aset Terbesar Negara Indonesia, Anies Baswedan: Bukan Mineral, Gas dan Minyak, Tetapi...

Melalui acara Karni Ilyas Club, Anies Baswedan bocorkan aset terbesar Indonesia. Hal itu dia ungkapkan saat ia ditanya Karni Ilyas bila dia jadi presiden di tah
Selasa, 1 Agustus 2023 - 13:58 WIB
Anies Baswedan bocorkan aset terbesar Indonesia di Karni Ilyas Club (KIC)
Sumber :
  • tim tvone

Jakarta, tvOnenews.com - Melalui acara Karni Ilyas Club, Anies Baswedan bocorkan aset terbesar Indonesia. Hal itu dia ungkapkan saat ia ditanya Karni Ilyas bila dia jadi presiden di tahun 2024 mendatang. 

Anies Baswedan katakan, bahwa aset terbesar bangsa Indonesia bukan mineral, gas, minyak hutan dan laut. Tetapi, ia katakan aset terbesar bangsa Indonesia ini adalah manusia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Aset terbesar Indonesia ini bukan mineral, gas, minyak hutan dan laut. Tetapi manusia, manusia Indonesia adalah kekayaan terbesar kita. Nah, ini harus menjadi manfaat yang besar bagi kita semua. Jadi kualitas manusianya," ujar Anies Baswedan seperti yang dikutip dari Karni Ilyas Club, Selasa (1/8/2023). 

"Jadi, ada istilah kualitas manusia bukan kualitas sumber daya manusia. Jika kita menyebutkan sumber manusia, kita itu menempatkan manusia sebagai sumber daya saja dalam kegiatan ekonomi, yang seakan-akan manusia faktor produksi," sambungnya menjelaskan. 

tvonenews

Padahal, dia katakan, manusia ini bukan faktro produksi. Di dunia pendidikan, manusia ini bukan semata-mata untuk persiapan kerja. Akan tetapi, pendidikan untuk menumbuhkan potensinya, sehingga dia bisa meraih yang dicita-citakan. 

"Dan paling penting menjadi manusia yang bermanfaat, dan manusia yang bahagia. Begitu kira-kiranya," kata Anies Baswedan.

Oleh sebab itu, Anies Baswedan akui dirinya melihat pendidikan itu bagian dari peningkatan kualitas manusia. 

"Nomor satu apa, perencanaan nomor satu untuk menusia itu sehat, dari mulai kandungan. Ketika ubu hamil, memastikan soal gizi yang cukup bagi anak-anak, ketika mereka dalam kandungan. Ini menjadi perhatian sangat serius," pungkasnya.

"Dan kepala-kepala daerah harus selalu dievaluasi terkait kondisi Ibu Hamil. Pemerintah pusat bukan mengevaluasi tentang serapan anggaran, tetapi pemerintah pusat haru mengevaluasi kondisi kesejahteraan dari ibu hamil sampai ketika melahirkan," sambungnya menuturkan.

Kemudian yang kedua, ia katakan, adalah memastikan jaminan bagi mereka untuk mendapatkan nutrisi yang sangat baik. Sebab, bekal itu sangat diperlukan sekali. 

"Baru kita nanti bicara tentang pendidikannya. Apa artinya kita bicara pendidikan kalau awalnya tidak baik," pungkasnya.

Sambungnya menjelaskan, bahwa dirinya pernah menjabat sebagai kepala daerah, sering bersentuhan dengan kewenangan dalam dunia kesehatan, pendidikan itu, tentunya berada di daerah. 

Sementara menurutnya, di pemerintahan pusat, itu hanya memberikan garis-garis kebijakan. Maka dari itu begitu penting sekali menjadi pusat perhatian. 

"Lalu, soal pendidikannya, berarti berbicara unsur, yakni unsur sekolah, dan ada unsur sekolah. Jadi bagaimana orang tua mendidik anak lebih baik. Jadi ada peran orang tua di situ, karena orang tua adalah pendidik utama bagi anak, tetapi orang tua pendidik yang tak tersiapkan. Maka dari itu, perlu juga bekal bagi orang tua," pungkasnya.

Sementara yang kedua, yakni yang sekolah. Dia katakan, jika bicara sekolah, harus dipastikan soal jumlah bangku yang sesuai jumlah anak. 

Bicara jumlah bangku, tak terlepas dengan PPDB yang ramai saat ini diperbincangkan. Jadi, dia katakan, akar masalah PPDB itu adalah ketidak tersediannya jumlah bangku yang disediakan. 

"Karena tidak sesuai dengan jumlah kebutuhannya. Jadi bangku SD kelas 1 harus sama dengan jumlah SMP kelas 1 dan juga harus sama jumlahnya dengan SMA dan SMK kelas 1. Sehingga setiap anak masuk SD dia punya bangku sampai duduk kelas 12," beber Anies Baswedan.

Meskipun saat ini, dia katakan wajib belajar masih sembilang tahun. Namun, menurut dia pemerintah harus menyiapkan sampai ke sana. 

"Jadi apa yang perlu dilakukan, penambahan SMP, SMA SMK di banyak tempat. Bisa polanya satu atap, pagi dipakai SD, sore dipakai SMP, jika mau lebih cepat. Atau bisa membangun SMP Impres dan SMA Impres. Sehingga ada percepatan pembangunan SMP dan SMA," katanya. 

Selanjutnya, dia jelaskan tentang belajar dan mengajarnya. Di mana kurikulum saat ini sudah ada dan dijalankan dan jangan selalu ganti-ganti kurikulum, tetapi fokus kepada peningkatan kualitas guru. 

"Karena guru itulah kuncinya, jika tanya sama anak-anak, dia suka gurunya atau mata pelajarannya, pasti karena gurunya. Jarang kita suka karena bukunya, jadi gurulah yang menyukai sebuah mata pelajaran," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadi menurutnya, kualitas guru sangat penting sekali, agar bisa mengajar dengan baik, dan guru bisa menyenangkan seolah seperti teman dan bisa menginspirasi. 

"Dan ini harus jadi program serius, peningkatan kualitas guru kita. Bila kita kerjakan ini dengan serius maka dampaknya akan luar biasa," katanya. (aag)   

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan pria berinisial T (25) yang melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (4/5).
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan

Trending

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi Ungkap Modus Pelaku Curas Pemotor di Jakbar, Keliling Cari Target di Tempat Sepi-Ancam Pakai Sajam

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan pria berinisial T (25) yang melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, pada Senin (4/5).
DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

DPR Bela Siswa SMAN 1 Pontianak: Jangan Sangka Mereka Memberontak, Sikap Kritis Siswa ke Juri LCC 4 Pilar Perlu Dihargai

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur menyoroti polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperdebatkan publik.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Selengkapnya

Viral