Tak Takut Lepas Status Ibu Kota, DKI Jakarta Yakin Bisa Jadi Kota Pusat Ekonomi Global
- tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Joko Agus Setyono bercerita bagaimana nasib kota Jakarta setelah melepas status sebagai ibu kota. Citra kota bisnis di bidang jasa.
Hal ini diungkapkan oleh Joko saat menggelar pertemuan Gubernur se-ASEAN, atau kegiatan Meeting Of Governors and Mayors Of ASEAN Capitals (MGMAC) dan ASEAN Mayors Forum (AMF) 2023.
"Sesuai perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN. Jakarta akan tetap eksis ya menjadi kita bisnis global. Kita bangun ya menjadi kita bisnis, kita jasa yang berskala global," ungkapnya, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2023).
Joko pun menjelaskan sudah sejauh mana kota Jakarta menghadapi perubahan tersebut pada tahun 2024 mendatang.
"Kemudian kita mempersiapkan segala macam infrastruktur ya untuk menjadi kota global, infrastruktur mesti harus bagus ya kita bangun LRT, MRT, lain sebagainya dalam rangka menunjang kelancaran semua kegiatan yang berkaitan dengan bisnis," kata dia.
Menuju Jakarta menjadi kota jasa, oleh karena itu Joko menyebutkan ada satu masalah yang perlu diperhatikan. Berbicara soal industri, tentu memerlukan lahan yang lebih luas.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mendeklarasikan Jakarta adalah kota yang menjadi tujuan jutaan penduduk Indonesia dalam meraih masa depan di hadapan Gubernur se-ASEAN.
Hal ini dia utarakan saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Meeting Of Governors and Mayors Of ASEAN Capitals (MGMAC) dan ASEAN Mayors Forum (AMF) 2023.
"Tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian acara MGMAC dan AMF 2023 pada tanggal 1-2 Agustus 2023 dalam rangka mendukung keketuaan Indonesia di ASEAN," ungkap dia, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2023).
"Jakarta adalah kota yang menjadi tujuan jutaan penduduk Indonesia menggapai masa depan," sambung dia. (agr)
Load more