Korban Tewas 'Dukun Sianida' di Magelang Bertambah Menjadi Tiga Orang
- Tim tvOne - Edi Suryana
Magelang, Jawa Tengah - Korban tewas akibat aksi dukun asal Lereng Gunung Sumbing, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Iswanto (57) atau yang biasa disapa Mbah Karang bertambah lagi satu orang, sehingga total korban tewas menjadi tiga orang.
Iswanto (57) alias Mbah Karang, warga lereng Gunung Sumbing, Dusun Karang Tengah, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, nekat membunuh para korbannya dengan racun potasium sianida, karena tergiur menguasai uang korban.
Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Mohammad Alfan membenarkan perihal adanya korban baru dari aksi Mbah Karang tersebut.
"Dari hasil pengembangan penyidikan yang kami lakukan bahwa diduga selain melakukan pembunuhan terhadap kedua korban yang terjadi pada 10 November 2021, didapat alat bukti dan juga keterangan tersangka bahwa tersangka juga telah mmelakukamn pembunuhan terhadap korban lainnya yaitu pada tanggal 4 desember 2020,dimana dengan identitas korban atas nama Suroto, 53 tahun," ungkap Mohammad Alfan, saat dikonfirmasi, Sabtu (20/11/2021).
Korban ketiga ini menurut Alfan, diketahui adalah warga Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dengan pekerjaan berkebun.
Kronologisnya yaitu sekitar bulan Desember 2020, korban Suroto (53) yang juga asli warga Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, bertemu dengan tersangka karena waktu itu korban sedang mengalami masalah berkaitan dengan masalah di kebun pisangnya sering terjadi pencurian.
Korban mendatangi tersangka untuk didoakan supaya tidak kecurian lagi. Saat itu tersangka meminta untuk dipinjamkan uang. Tersangka mengatakan bahwa dia punya utang Rp25 juta, tapi sudah punya uang Rp15 juta.
Kemudian pada tanggal 3 Desember 2020, korban datang lagi. Saat itu tersangka meminta korban tidak boleh ditemani untuk datang mengambil syarat agar kebunnya tidak kecuiran lagi.
Pada tanggal 4 Desember 2020, korban bersama cucunya menuju ke kebun pisangnya untuk melaksanakan persyaratan seperti yang tersangka inginkan. Tersangka memesan agar pelaksanaannya tidak boleh dilihat orang, sehingga cucu yang menemani saat itu menunggu di jalan.
" Kemudian korban masuk ke kebunnya sekitar jam 8 malam, ditunggu cucunya sampai jam 11 malam, setelah dicek korban sudah tergeletak dan sudah meinggal dunia, saat itu menurut keterangan keluarganya bahwa ditemukan ada plastik bening berisi cairan di samping korban dimana menurut keterangan tersangka juga mengakui memberikan potas juga di dalam plastik berisi cairan tersebut" jelas Alfan
Load more