News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kepala BPIP hingga Deputi Beri Pembekalan Ratusan Perwira TNI dan Polri

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memberi pembekalan kepada para Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI di Markas Komando Sesko TNI, Bandung, Senin (9/10/2023).
Senin, 9 Oktober 2023 - 19:33 WIB
Kepala BPIP hingga Deputi beri pembekalan ratusan Perwira TNI dan Polri
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memberi pembekalan kepada para Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI di Markas Komando Sesko TNI, Bandung, Senin (9/10/2023).

Di hadapan 159 Perwira Menengah TNI dan Polri, Yudian menuturkan saat ini Pancasila tengah menghadapi tantangan serius bila tidak diantisipasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan hanya kepada Perwira TNI dan Polri, di antara mereka juga terdapat Perwira Angkatan Bersenjata negara sahabat seperti Singapura, India, Pakistan dan Australia. 

Kepala BPIP juga menuturkan bangsa Indonesia harus memahami sejarah perjuangan dan perjalanan bangsanya agar dapat memaknai dan menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang hakiki.

“Tanpa sadar kita menghadapi tantangan eksternal yang luar biasa. Tanpa sadar kita telah memasuki fase kaburnya sejarah. Ini perlu kita antisipasi,” ungkapnya.

Santri lulusan Harvard Law School ini menuturkan ada hal krusial pascareformasi 1998 di antaranya hilangnya mata ajar Pancasila dan BP7 dibubarkan. 

Hal ini yang menjadi pemicu selama hampir 20 tahun lebih lost generation terhadap ideologi Pancasila.

“Sehingga Pancasila praksis menjadi tafsir bebas anak-anak kita. Sehingga Pancasila menjadi asing di negeri kita sendiri. Padahal Pancasila telah digaung-gaungkan Bung Karno jauh lebih lama,” tuturnya.

Yudian meminta kepada para Perwira, pemahaman suatu bangsa terhadap sejarah bangsanya mutlak dipahami. 

“Di tengah situasi serba tidak mungkin itulah bangsa Indonesia proklamasi. Di tengah Perang Dunia II, kalah teknologi militernya dan waktunya hanya 59 detik. Apa hasilnya? Hasilnya proklamasi kita di bawah Pancasila berhasil mempersatukan,” jelas Yudian. 

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Tonny Agung Arifianto memaparkan BPIP terus berupaya mengembalikan Pancasila agar dibahas dan dipelajari kembali di ruang-ruang formal, non formal maupun informal.

Dirinya mengaku saat ini mata ajar Pendidikan Pancasila akan diberikan kembali kepada para siswa PAUD hingga Perguruan Tinggi setelah 20 tahun lost generations.

“Langkah konkret. BPIP melakukan suatu pengkajian dan penilaian bahwa moral berasal dari pendidikan. Alhamdulilah bersama Kemenristekdikbud lahir PP 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengembalikan Pancasila sebagai mata ajar wajib,” ungkap Tonny.

Dirinya menambahkan mata ajar Pendidikan Pancasila akan mulai berlaku tahun ajaran 2023-2024 pada semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi.

“Pendidikannya seperti apa? Konsep yang dibangun belajar dari mulai sejarah. Komposisi 30 persen kognitif, 70 persennya psikomotorik dan afektif, bentuk Pancasila dalam tindakan. Karena Pancasila bukan hafalan, melainkan implementasi atau tindakan,” tambahnya.

Dalam penyebarluasan dan pembumian Pancasila kepada seluruh kelompok masyarakat, BPIP akan mengadakan sertifikasi pengajar Pancasila yang akan bertugas kepada kelompok-kelompok masyarakat di seluruh penjuru negeri. 

“Kalau dulu ada Manggala. Kita sekarang, dalam waktu yang tidak lama, akan ada sertifikasi pengajar Pancasila yang namanya adalah Maheswara. Artinya orang yang berbudi pekerti luhur,” ungkapnya.

Tonny menjelaskan ada klasifikasi bagi para pengajar dan fasilitator Diklat PIP. Termasuk membuka peluang kepada para Perwira TNI dan Polri untuk dapat menjadi pengajar Pendidikan Pancasila melalui program sertifikasi tersebut.

“Klasifikasi pengajar diklat PIP ada cluster-nya. Dasar, menengah dan utama. Bedanya penceramah dan pengajar adalah kapasitas berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman dan jabatannya. Penceramah untuk penguatan PIP yang terdiri dari orsospol, ormas, perguruan tinggi, komunitas dan perorangan. Sementara pengajar merupakan para TNI, Polri, ASN,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Prakoso menuturkan TNI dan Kepolisian merupakan tulang punggung dalam menjaga teritorial Indonesia.

Dirinya mengajak para perwira untuk menyadari bahwa negara Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus selalu dipertahankan dengan persatuan dan kesatuan.

“Kita bersama-sama di sini untuk menjaga hati. Di sini harus ada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

Gayung bersambut, hal tersebut ditanggapi Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Samsul Rizal.

Ia meminta agar BPIP dapat memberi pembekalan kepada para Perwira dan anggota TNI khususnya anggota yang bertugas di teritori Indonesia.

“BPIP dapat masuk ke TNI untuk memberikan tugas kepada Perwira atau anggota di teritorial untuk menjadi ujung tombak dalam sosialisasi kepada masyarakat. Dimana anggota di teritori bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pintanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga meminta agar BPIP dapat selalu berkontribusi dalam program serupa kepada para TNI.

“Kita melihat antusiasme para Pasis begitu tinggi karena kita punya semangat yang sama. Tentu akan kita teruskan karena ini sangat penting,” ungkapnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berita Foto: Krisis Kapasitas TPS, Sampah Meluber di Kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur

Berita Foto: Krisis Kapasitas TPS, Sampah Meluber di Kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur

Tumpukan sampah terlihat memenuhi Tempat Penampungan Sementara (TPS) di bawah kolong Tol Becakayu, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2026).
Madagaskar Umumkan Darurat Energi, Imbas Kekurangan Bahan Bakar

Madagaskar Umumkan Darurat Energi, Imbas Kekurangan Bahan Bakar

Madagaskar mengumumkan keadaan darurat energi nasional, akibat konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung hingga menyebabkan gangguan besar dalam pasokan energu.
Timnas Indonesia U-17 Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF U-17 2026, Ini Target Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 Segrup dengan Malaysia dan Vietnam di Piala AFF U-17 2026, Ini Target Kurniawan Dwi Yulianto

Timnas Indonesia U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto akan bermain di Piala AFF U-17 2026 mulai pekan depan. Mereka segrup dengan Malaysia dan juga Vietnam.
"Anker" Sudah Tahu Belum? Ada Perubahan Jadwal KRL di Stasiun Bogor Mulai 13 April 2026

"Anker" Sudah Tahu Belum? Ada Perubahan Jadwal KRL di Stasiun Bogor Mulai 13 April 2026

Kabar terbaru soal jalur dan jadwal KRL nih di Stasiun Bogor. Berikut penjelasan Commuter Line
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Padahal Dapat Peluang Emas di Ajax, Maarten Paes Justru Banjir Kritik dari Publik Belanda

Padahal Dapat Peluang Emas di Ajax, Maarten Paes Justru Banjir Kritik dari Publik Belanda

Kabar cedera kiper muda Ajax, Joeri Heerkens, justru memicu gelombang reaksi keras dari publik Belanda dan nama Maarten Paes ikut terseret dalam sorotan tajam.

Trending

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, api berkobar di sebuah ruangan lantai dua dan keluar dari jendela.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berita Liga Champions: Terima Kasih Arsenal, Manchester United hingga Liverpool Ketiban Durian Runtuh di Liga Inggris

Berkat Arsenal, tim-tim Liga Inggris lainnya, seperti Manchester United dan Liverpool, mendapatkan keuntungan. Hal ini berkat kemenangan The Gunners dengan skor 1-0 atas Sporting Lisbon.
Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh

Tamparan Keras untuk Timnas Indonesia, Media Vietnam Heboh Pamer Ranking Liga, Super League Tertinggal Jauh

Timnas Indonesia kembali menjadi bahan perbincangan di Asia Tenggara, kali ini soal dampak dari perkembangan kompetisi domestik yang dinilai tertinggal jauh.
Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

Sedang Berbaris Rapi, Siswa SMKN 2 Subang Justru Disentil Dedi Mulyadi Soal Cara Menghormati Gubernur Jawa Barat

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyentil siswa SMKN 2 Subang soal kebersihan meski sudah berbaris rapi. Ia tekankan cara menghormati bukan seremoni, tapi lingkungan bersih
Selengkapnya

Viral