GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mensos Risma Tuai Kritik Setelah Paksa Tunarungu Bicara, Putra Ray Sahetapy: Tidak Semua Anak Bisa Berbicara

Surya Sahetapy berkomentar mengenai viralnya video Mensos Risma yang memaksa seorang anak penyandang disabilitas tunarungu di Hari Disabilitas Internasional.
Jumat, 3 Desember 2021 - 09:26 WIB
Mensos Risma saat Mendapat Kritik karena Memaksa Anak Penyandang Tunarungu Berbicara
Sumber :
  • YouTube Kemensos RI

Jakarta - Panji Surya Putra Sahetapy yang merupakan putra dari Ray Sahetapy dan Dewi Yull, angkat bicara mengenai viralnya video Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang memaksa seorang anak penyandang disabilitas tunarungu di Hari Disabilitas Internasional. Surya yang merupakan aktivis Tuli, juru bahasa isyarat yang menyelesaikan pendidikannya di Institus Teknologi Rochester, New York, Amerika Serikat itu mengkritik Risma dan menyatakan bahwa tidak semua anak bisa berbicara.

Surya Sahetapy menyampaikan kritiknya terhadap peristiwa Risma memaksa anak tunarungu bicara itu di akun Instagram @suryasahetapy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak semua anak bisa berbicara," tulis Surya. 

Dia kemudian memaparkan sejumlah faktor yang perlu dipenuhi agar penyandang disabilitas tunarungu bisa berbicara.

"Faktor bicara itu berdasarkan tingkat pendengaran mereka, investasi alat bantu dengar yang nilai puluhan-ratusan juta, terapi wicara yang berkesinambungan yang biayanya tidak murah serta waktu orangtua untuk anaknya sendiri juga terutama sedang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.

Ada faktor lain yang menurut Surya tak mendukung bagi seorang anak tunarungu berbicara, yakni sistem pendidikan di tanah air. 

"Belum lagi pendidikan luar biasa saat ini belum humanis. Ya ampun," kata dia gemas.

Surya kemudian menyarankan Risma mengganti pertanyaan untuk penyandang tunarungu, bila ingin berkomunikasi dengan mereka.

"Seharusnya digantikan pertanyaan: Nak, mau sampaikan pakai apa? Boleh tulis boleh bahasa isyarat boleh berbicara dll. Biar ibu yang belajar memahamimu," tulis Surya.

Menurut Surya, menanyakan cara komunikasi tunarungu dan bukan menentukan komunikasi mereka demi kepuasan kita, akan memahami cara apa yang nyaman bagi penyandang tunarungu.

"Hindari sikap linguicism ya kawan-kawan! Linguicism merupakan pandangan menganggap orang pakai bahasa Indonesia secara lisan lebih pintar daripada orang menggunakan bahasa isyarat. Bahasa isyarat merupakan bahasa ibuku, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua bukan berarti saya tidak berkompeten sebagai warga negara Indonesia," kata Surya.

Surya mengajak masyarakat untuk merombak sistem sosial dan pendidikan di Indonesia yang menurutnya kejam bagi penyandang disabilitas.

Video Mensos Risma memaksa seorang anak penyandang tunarungu berbicara di hadapan publik, viral dan sempat trending di media sosial.

Dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Kemensos RI, di timecode 1:21:05, Risma meminta seorang anak penyandang tunarungu berbicara di Peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Salah satu pria yang juga menyandang tunarungu, Stefanus, mengkritik Risma. 

"Saya ingin menyampaikan bahwasanya bahasa isyarat itu penting bagi kami, bahasa isyarat itu adalah seperti mata bagi kami, mungkin seperti alat bantu dengar. Kalau alat bantu dengar itu bisa mendengarkan suara, tapi kalau suaranya tidak jelas itu tidak akan bisa terdengar juga," kata Stefanus yang juga perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).

Risma kemudian menjawab kritik itu dan mengaku memaksa penyandang tunarungu bicara agar memaksimalkan pemberian tuhan.

"Stefan, ibu tidak... ibu tidak mengurangi bahasa isyarat, tapi kamu tahu Tuhan itu memberikan mulut, memberikan telinga, memberikan mata kepada kita. Yang ingin ibu ajarkan kepada kalian terutama anak-anak yang dia menggunakan alat bantu dengar sebetulnya tidak mesti dia bisa, sebetulnya tidak mesti bisu. Jadi karena itu kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat tapi kalau kamu bisa bicara maka itu akan lebih baik lagi," kata Risma. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Upayakan Kepulangan 9 WNI Peserta Flotilla Gaza, Pemerintah Pastikan Koordinasi Lintas Negara untuk Akses Transit

Upayakan Kepulangan 9 WNI Peserta Flotilla Gaza, Pemerintah Pastikan Koordinasi Lintas Negara untuk Akses Transit

Langkah diplomasi maraton tengah dilakukan Pemerintah Indonesia guna menjamin keamanan dan kepulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza. 
Keutamaan QS Yunus Ayat 85-86, Doa Ajaran Nabi Musa AS Untuk Selalu Dilindungi dari Fitnah Keji

Keutamaan QS Yunus Ayat 85-86, Doa Ajaran Nabi Musa AS Untuk Selalu Dilindungi dari Fitnah Keji

Temukan keutamaan doa ajaran Nabi Musa AS dalam Surah Yunus ayat 85-86 untuk memohon perlindungan dari ujian fitnah hidup serta menjaga keteguhan iman Anda.
3 Pernyataan Resmi Sarwendah terkait Tuduhan Pesugihan Gunung Kawi

3 Pernyataan Resmi Sarwendah terkait Tuduhan Pesugihan Gunung Kawi

Sarwendah buka suara soal tuduhan pesugihan Gunung Kawi. Simak 3 pernyataan resmi dari pihak Sarwendah hingga ancaman jalur hukum. Simak pernyataan lengkapnya!
Persib bakal Hattrick Juara, Dedi Mulyadi Bilang Begini soal Euforia jika Maung Bandung Sabet Gelar Super League

Persib bakal Hattrick Juara, Dedi Mulyadi Bilang Begini soal Euforia jika Maung Bandung Sabet Gelar Super League

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) berbicara euforia perayaan jika Persib Bandung juara Super League 2025/2026 menandakan Maung Bandung cetak hattrick juara.
News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

News Terpopuler: Nasib Josepha Alexandra Usai ‘Dicurangi’ Juri LCC Kalbar, hingga Sanksi dari MPR untuk Dewan Juri

Nasib Josepha Alexandra setelah jawabannya dianulir Juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR di Kalimantan Barat. pernyataan MPR mengenai sanksi kepada dewan juri
Mengaku Sedih, Mentan Akhirnya Pecat ASN yang Selewengkan Anggaran Rp500 Juta.

Mengaku Sedih, Mentan Akhirnya Pecat ASN yang Selewengkan Anggaran Rp500 Juta.

Diduga menyelewengkan anggaran pertanian hampir Rp500 juta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memecat seorang aparatur sipil negara (ASN) di kementeriannya. Kini terduga masuk daftar pencarian orang (DPO) aparat penegak hukum.

Trending

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

TRENDING: Mahkota Binokasih Bukan Klenik, Dedi Mulyadi Semprot Kadis, Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi

Berikut rangkuman berita trending hari ini. Mulai dari langkah Dedi Mulyadi luruskan stigma mistis Mahkota Binokasih hingga kabar baik dari Sherly Tjoanda.
Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Agen Pemain Voli Korea Akui Red Sparks Sempat Hubungi Megawati Hangestri Sebelum Dibajak Hillstate

Menurut penuturan agen Chris Kim, Red Sparks ternyata sudah menghubungi Megawati Hangestri lebih awal sebelum tawaran dari Hillstate datang pada Januari silam.
Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

Jangan Sampai Kena Mental, MPR RI Pasang Badan Lindungi Psikologis Siswa SMAN 1 Sambas Peserta LCC Empat Pilar

MPR RI menyatakan telah berdiskusi dengan SMAN 1 Sambas terkait pendampingan psikologis bagi peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar.
Minta Maaf ke Anak-anak Halmahera Selatan karena Telat Hadir di Desa Panamboang, Sikap Sherly Tjoanda Tuai Pujian

Minta Maaf ke Anak-anak Halmahera Selatan karena Telat Hadir di Desa Panamboang, Sikap Sherly Tjoanda Tuai Pujian

Sikap Gubernur Malut Sherly Tjoanda mendapat apresiasi publik lantaran mau meminta maaf ketika telat hadir kepada anak-anak di Desa Panamboang Halmahera Selatan
Misteri Kematian Mahasiswi Unhas: Barang Korban Ditemukan Terpencar di Parkiran dan Rooftop

Misteri Kematian Mahasiswi Unhas: Barang Korban Ditemukan Terpencar di Parkiran dan Rooftop

Aparat kepolisian dari Polres Gowa tengah mendalami temuan sejumlah barang bukti terkait tewasnya seorang mahasiswi tingkat akhir Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19). 
Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik

Menkeu Purbaya Ungkap Ada Wacana Efisiensi Anggaran MBG: Pak Prabowo Sedang Hitung Penghematan Terbaik

Pemerintah mulai mengutak-atik skema anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) kembali turun tangan. Ia menyebut kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu sebagai peristiwa sadis.
Selengkapnya

Viral