Gibran Dianggap Tengil saat Debat, Pengamat: Seharusnya Dia Hindari Sejumlah Gimik yang Tidak Perlu
- tim tvOnenews/Muhammad Bagas

Gibran Dianggap Tengil saat Debat, Pengamat: Seharusnya Dia Hindari Sejumlah Gimik yang Tidak Perlu (Sumber: tim tvOnenews/Bagas)
Menurut Umam, pada fase awal debat keempat Cawapres kali ini langsung menghangat ketika Cawapres 03 Mahfud MD tampil langsung menyerang.
“Selaku bagian dari pemerintahan Jokowi, selaku Menkopolhukam, Mahfud MD justru secara vulgar,” tandas Umam.
“Memainkan sikap dan narasi oposisi, dengan mengkritik keras sejumlah kebijakan dan pendekatan pemerintahan Jokowi,” lanjut Umam.
Hal ini kata Umam terlihat dengan pernyataan Mahfud MD tentang petani tidak berdaulat; Subsidi pupuk menguap; Food Estate gagal; impor pangan membuat petani dan peternak tidak berdaulat.
“Mahfud tampil dengan bekal pengalaman riil; ia tidak mau terjebak dengan jawaban-jawaban prosedural-normatif, khususnya terkait isu penegakan hukum dan aturan,” ujar Umam.
Umam menilai sikap kritis Mahfud MD ini tampaknya menjadi cermin dari kian mengerasnya sikap politik PDIP kepada pemerintahan Jokowi saat ini.
Muhaimin Iskandar Dinilai Tampil Lebih Santai, Tidak “Tedeng Aling-aling” Tunjukin Beda dengan Pemerintahan

Gibran Dianggap Tengil saat Debat, Pengamat: Seharusnya Dia Hindari Sejumlah Gimik yang Tidak Perlu (Sumber: tim tvOnenews/Bagas)
Sementara itu, menurut Umam, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kali ini tampil lebih santai.
“Lebih berani dan lebih agresif. Muhaimin tidak “tedeng aling-aling” untuk menunjukkan sisi beda dirinya dengan kekuatan pemerintah,” kata Umam.
Itulah yang menjadi ciri khas dari kubu pro-perubahan.
“Sejumlah serangan terbuka ia luncurkan, khususnya ke kubu 02. Misalnya, Muhaimin mengaku kecewa pada komitmen pemerintahan Jokowi yang tidak serius dan memilih menunda pelaksanaan pajak karbon; hilirisasi ugal-ugalan; hingga devisa nickel sangat kecil,” jelas Umam.
Umam juga melihat Muhaimin juga tampak beberapa kali berusaha memprovokasi dan memantik emosi kubu 02 untuk menyentil Prabowo.
“Dengan menyebut adanya ketimpangan kepemilikan lahan 500 ribu hektar dibanding kepemilikan tanah rakyat yang rendah,” katanya.
Selain itu, Muhaimin juga mencoba memprovokasi Gibran dengan menyampaikan istilah “catatan Mahkamah Konstitusi”.
“Bahkan, Muhaimin juga terkesan langsung menyerang pribadi Jokowi, ayahanda Gibran, dengan menyinggung tentang isu ijazah palsu; hingga sentilan tentang penghormatan pada masyarakat adat bukan sesederhana memakai baju adat saat peringatan 17 Agustus setiap tahunnya,” ungkap Umam.
Load more