GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jadilah Manusia Digital yang Beretika dengan Tidak Asal Unduh Karya Orang Lain

Aktivitas penghuni ruang digital semakin hari semakin beragam. Dari mulai membuat karya seni hingga karya akademis, juga berbisnis dan belajar di ruangan kelas yang semakin seru dan menantang.
Sabtu, 4 Mei 2024 - 20:54 WIB
Aktivitas penghuni ruang digital semakin hari semakin beragam. Dari mulai membuat karya seni hingga karya akademis, juga berbisnis dan belajar di ruangan kelas yang semakin seru dan menantang.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Aktivitas penghuni ruang digital semakin hari semakin beragam. Dari mulai membuat karya seni hingga karya akademis, juga berbisnis dan belajar di ruangan kelas yang semakin seru dan menantang. Itu dimungkinkan, salah satunya karena dibantu perangkat digital yang membuat semua aktivitas jadi makin mudah dan cepat. 

”Tapi, jangan lalai ketika mengunduh konten, kita tidak boleh gegabah dengan asal unduh. Ada hak cipta orang lain yang mesti dihormati,” ujar dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Waryani Fajar Riyanto saat tampil dalam diskusi webinar literasi digital yang dihelat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Kota Pasuruan, Sabtu (4/5).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Webinar untuk segmen pendidikan bertema ”Pahami Hak Cipta Konten Digital” tersebut berlangsung semarak. Diikuti oleh ratusan siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Kota Pasuruan, yang menggelar nobar dengan Zoom Meeting di sekolah masing-masing. Di antaranya, SMPN 2 Gempol, SMPN 2 dan SMPN 3 Beji, SMPN Grati Pasuruan, SMPN 3 Nguling, SMPN 3 Gondang Wetan, SMPN 1 Kraton dan SMP At-Tibyan, Gempol.

Melanjutkan paparannya, Waryani Fajar Riyanto mencontohkan, ketika menggarap tugas sekolah terkadang kita mengambil bahan dengan mengunduh karya orang lain. Waryani mengingatkan untuk tidak asal comot. Pastikan melakukan verifikasi, juga mencantumkan sumber data dan artikel yang kita pakai dari karya orang lain.  

”Kalau terjadi plagiasi, UU Hak Cipta serta UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bisa menjerat kita dengan ancaman hukuman nyata yang serius. Kuncinya, gunakan kecakapan digital dalam memverifikasi karya orang lain. Selain agar aman, juga agar jejak digital kita tidak tercoreng negatif karena ceroboh mengundung karya orang tanpa permisi,” urai Waryani.

Dari sudut pandang keamanan digital, influencer Azmy Zen sekali lagi mengingatkan para siswa untuk memastikan verifikasi data dilakukan. Pastikan sumber yang dikutip itu otentik asalnya. Kalau tugas belajar sudah jadi, lanjut Azmy, biasakan mencantumkan water mark dalam karya agar lebih terlindungi dari ancaman plagiasi. 

”Kalau perlu, daftarkan soft copy karya kita ke Dirjen Hak Kekayaan Inteletual (HAKI) Kemenkumham. Googling saja prosedurnya, bagaimana hal itu mudah dan aman buat karya kita serta baik juga bagi pengguna karya kita,” tambah Azmy Zen, dalam webinar yang dipandu moderator Joan Permana. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.
Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Tabir di balik aksi pembegalan sadis yang menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Rencana evaluasi besar-besaran aktivitas tambang di Kabupaten Bogor oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. 

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Selengkapnya

Viral