GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Yogya Datangi Layanan Lapor Mas Wapres, Ini Aduannya

Lima orang perwakilan warga asal Yogyakarta yang datang mengenakan baju khas peranakan turut mengantri di Posko Lapor Mas Wapres. 
Senin, 18 November 2024 - 11:18 WIB
Perwakilan korban jual beli apartemen Malioboro City Regency berpakaian adat Jogja saat berjalan kaki mendatangi layanan Lapor Mas Wapres di Jakarta, Senin (18/11).
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Sejak dibuka pada awal November lalu, posko layanan Lapor Mas Wapres terus didatangi warga dari berbagai daerah. Kali ini, lima orang perwakilan warga asal Yogyakarta yang datang mengenakan baju khas peranakan turut mengantri di Posko Lapor Mas Wapres. 

Menurut Koordinator Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Malioboro City Regency Yogyakarta, Edi Hardiyanto mereka merupakan perwakilan para korban datang untuk mengadukan nasib atas hak yang belum terpenuhi diantaranya herkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Malioboro City. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita mencari keadilan disini. Mengapa dengan busana rakyat Jogja ini ya ingin membawa pesan bahwa kita selalu melakukan gerakan aksi selalu dengan tema budaya. Baju peranakan Jogja ini sebagai simbol bahwa rakyat kecil yang sedang mencari keadilan. Kita mengadukan nasib kita ke mas Gibran, selaku Wakil Presiden," ungkap Edi. 

Pihaknya juga membawa berbagai dokumen seperti syarat syarat atau berkas SLF yang lengkap. Hal itu dirasa penting karena syarat-syarat yang lengkap telah mereka penuhi namun pemeritnah daerah setempat seolah jalan ditempat.

"Kita juga menekankan disini untuk perijinan yang sampai saat ini ada kendala di Lingkungan Hidup. Untuk data terkait kontruksi udah clear. Jadi kami menuntut jangan ada tumpangan syarat yg secara jelas untuk dijadikan kelemahan. Tiitpan syarat yg sifatnya bukan teknis diadikan penghambat," terangnya. 

Perwakilan korban jual beli apartemen Malioboro City Regency berpakaian adat Jogja saat berjalan kaki mendatangi layanan Lapor Mas Wapres di Jakarta, Senin (18/11).
Perwakilan korban jual beli apartemen Malioboro City Regency berpakaian adat Jogja saat berjalan kaki mendatangi layanan Lapor Mas Wapres di Jakarta, Senin (18/11).
Sumber :
  • Istimewa

 

Sementara, Sekretaris P3SRS Budijono mengatakan di Posko Layanan Lapor Mas Wapres ini mereka ingin mengadukan nasib mereka atas hak keadilan kasus jual beli apartemen Malioboro City yang telah 8 tahun tanpa kejelasan.

"Ya kami berlima, mewakili puluhan teman kami pemilik apartemen yang sampai saat ini belum mendapat hak. Nasib kita tanpa kejelasan, meski kita sudah membayar lunas ke pihak pengembang, "jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para korban mendesak agar pemerintah Prabowo Gibran bisa memberantas praktek-praktek mafia pengembang dan korporasi yang dinilai sudah merusak iklim investasi di Yogyakarta. 

"Kami berharap Pak Prabowo dan Mas Gibran bisa mendengar keluh kesah kami yang sudah bertahun-tahun memperjuangkan hak. Kami ingin melalui para menterinya untuk bisa meninjau ke pihak pemda Sleman agar segera mengeluarkan SLF atau Sertifikat Laik Fungsi, sehingga hak kepemilikan atas Apartemen Malioboro City bisa kami dapatkan segera," pungkasnya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah lapor sejak 2024, ayah santriwati korban pencabulan di Ponpes Pati mengaku dapat tekanan dan diremehkan oleh sejumlah pihak 'timun kok musuh duren'.
Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Pengaturan aktivitas fisik menjadi perhatian utama bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Setelah sempat melakukan pelarian lintas provinsi, pelarian AS, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, akhirnya terhenti. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Selengkapnya

Viral