Lonjakan Wisatawan di Malioboro Pada H+3 Lebaran Picu Kemacetan, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Malioboro masih menjadi magnet wisatawan pada H+3 lebaran.
Lonjakan jumlah pengunjung yang datang dari berbagai daerah membuat kawasan ini tetap ramai sejak siang hingga malam hari.
Tingginya mobilitas masyarakat tidak hanya memenuhi area pedestrian, melainkan juga berdampak pada arus kendaraan di sekitar lokasi.
Berdasarkan data back office smart province DIY pada Selasa (24/3/2026) pukul 18.00 WIB, pergerakan orang di Malioboro tercatat sebanyak 76.268 orang.
Di waktu yang sama, mobilitas kendaraan yang masuk ke Kota Yogyakarta sebanyak 41.573 kendaraan, melalui Simpang Rejowinangun sekitar 1.926 kendaraan, Simpang Pasar Telo sebanyak 12.252 kendaraan dan Simpang Kyai Mojo 27.395 kendaraan.
Sementara, kendaraan yang keluar dari Kota Yogyakarta tercatat 29.930 kendaraan melalui Simpang Demangan 17.645 kendaraan dan Simpang Sugeng Jeroni 12.285 kendaraan.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang semakin meningkat, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa arus lalu lintas untuk kendaraan yang akan menuju kawasan Malioboro.
"Kepadatan sudah mulai terlihat. Jumlah kendaraan yang melintas melebihi kondisi normal, sudah terjadi peningkatan kepadatan baik kendaraan dalam kota maupun luar kota. Maka dari itu diberlakukan rekayasa lalu lintas," kata Iptu Farlud, Kapospam Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026).
Adapun, rekayasa lalu lintas bagi kendaraan roda empat dari arah Jalan Abu Bakar Ali dialihkan menuju Jalan Pasar Kembang. Kemudian, ke Jalan Mayor Sutomo sebelum masuk ke kawasan Malioboro.
Selain itu, sistem buka tutup kendaraan di Jalan Malioboro tidak diberlakukan selama periode libur lebaran. Hal ini guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di sekitar kawasan wisata.
"Petugas terus memantau dan bersiaga melakukan penyesuaian bila terjadi peningkatan yang cukup signifikan," ucapnya. (scp/buz)
Load more