News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada Kasus Penipuan Uang Palsu, Polres Karawang Bekuk Pelaku

Polres Karawang mengungkap kasus penipuan dengan modus uang palsu yang dilakukan sekelompok orang di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Minggu, 23 Februari 2025 - 17:49 WIB
Kasus Penipuan Uang Palsu
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Polres Karawang mengungkap kasus penipuan dengan modus uang palsu yang dilakukan sekelompok orang di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Dalam pengungkapan uang palsu ini kami menangkap enam pelaku," kata Kapolres Karawang, AKBP Edward Zulkarnain, di Karawang, Minggu (23/2/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyampaikan bahwa pengungkapan kasus palsu ini berawal dari laporan warga dengan nomor laporan LP/B-197/II/2025/SPKT/RES KRW/POLDA JABAR, tertanggal 15 Februari 2025.

Dalam laporan itu disampaikan bahwa peristiwa penipuan dengan modus uang palsu terjadi di sebuah rumah makan di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur.

Kapolres mengatakan bahwa kasus ini bermula ketika korban yang kebetulan sedang membutuhkan uang untuk modal usaha ditawari pinjaman uang sebesar Rp2 miliar oleh pelaku.

Mendapat tawaran yang menggiurkan, korban kemudian setuju dan akhirnya bernegosiasi dengan para pelaku.

Setelah sepakat, kemudian korban diminta uang sebesar Rp50 juta ke pelaku, sebagai syarat administrasi dalam pencairan pinjaman Rp2 miliar.

Korban kemudian diajak untuk melihat sejumlah uang dalam tas yang berada di dalam mobil pelaku. Di dalam tas tersebut terdapat pecahan uang Rp100 ribu yang diklaim oleh pelaku berjumlah Rp1 miliar.

Setelah itu mereka kembali ke sebuah rumah makan untuk melanjutkan transaksi. Hingga akhir disepakati bahwa korban akan menyerahkan uang Rp50 juta demi mendapatkan uang pinjaman Rp2 miliar.

"Tapi saat itu pelaku menyatakan kalau uang yang siap dipinjamkan baru Rp1 miliar," katanya.

Korban pun memberikan uang senilai Rp50 juta, yang diberikan ke pelaku secara tunai sebanyak Rp40 juta. Sedangkan sisanya Rp10 juta diberikan melalui transfer.

Setelah mendapatkan uang syarat pinjaman dari korban, pelaku kemudian menyerahkan tas yang diklaim berisi uang tunai Rp1 miliar.

Transaksi selesai, masing-masing berpisah dan kembali ke tempat masing-masing.

“Namun, saat korban tiba di rumah dan membuka tas tersebut, ia terkejut karena seluruh isi tas itu ternyata uang palsu. Korban segera mencoba menghubungi tersangka, tetapi nomor telepon tersangka sudah tidak aktif. Menyadari telah menjadi korban penipuan, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian," kata kapolres.

Disebutkan bahwa dalam kasus ini, korban yang memang membutuhkan uang untuk modal usaha diiming-imingi diberi pinjaman uang sebanyak Rp2 miliar, dengan biaya administrasi Rp25 juta per 1 miliar. Sehingga jika meminjam Rp2 miliar, maka biaya adminnya Rp50 juta.

Setelah mendapat laporan dan melakukan penyelidikan, akhirnya polisi menangkap enam pelaku. Masing-masing berinisial MA (42), HM (56) dan HD (55), ketiganya merupakan warga Karawang. Sedangkan tiga pelaku lainnya berinisial NY (43) warga Ciracas Jakarta Timur, YN (43) warga Banjarsari Jawa Barat, dan IS (54) warga Ciamis.

"Keenam pelaku ini melakukan aksi dengan peran berbeda. Ada yang berperan sebagai penyaji presentasi untuk meyakinkan korban, ada yang bertugas mencetak uang palsu, serta peran lainnya dalam mendukung aksi penipuan ini," kata kapolres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita uang asli Rp7,1 juta sisa dari Rp50 juta yang diberikan korban, serta uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai hampir Rp600 juta.

Kini keenam pelaku ditahan di Mapolres Karawang, dan diancam pasal penipuan dengan hukuman maksimal empat tahun enam bulan penjara. (ebs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Kedua pelajar ditemukan tergeletak tertelungkup di trotoar dengan kondisi luka di kepala. Masyarakat sekitar sempat mengerubungi kedua jasad tersebut.
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober yang berhasil dimenangkan oleh sang juara bertahan, Marc Marquez.
Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Calvin Verdonk tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia setelah membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

Ramalan keuangan dan karier 12 shio besok, 11 Oktober 2026. Shio Naga, Monyet, dan Kuda berpeluang dibanjiri rezeki serta peluang baru.
Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini berjalan semakin ketat dengan bangkitnya Marc Marquez dan Ducati.
Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghidangkan kuliner khas Sunda saat menjamu para delegasi investor Jepang. KDM juga berbincang-bincang mengenai filosofi kebahagiaan dan ritme kerja antara orang Sunda dan orang Jepang.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral