News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasca G30S PKI Tumbang Stabilitas Negara Belum Pulih Total, Supersemar Soekarno kepada Soeharto sebagai Tanda...

Begini kisah Supersemar 11 Maret 1966 yang dikeluarkan Ir. Soeharto kepada Letjen Soeharto setelah penumpasan pemberontakan G30S PKI. Ternyata ini tujuannya.
Selasa, 2 September 2025 - 22:05 WIB
Sekarno dan Soeharto
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Begini kisah Supersemar dari Ir. Soeharto kepada Letjen Soeharto setelah penumpasan pemberontakan G30S PKI.

Supersemar adalah kata dari singkatan Surat Perintah 11 Maret 1966. Adanya surat ini menjadi tanda kepemimpinan Soekarno akan beralih kepada Soeharto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Supersemar juga bentuk peralihan pemerintahan Indonesia dari Orde Lama menuju Orde Baru.

Perlu diketahui, surat ini dikeluarkan oleh Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno untuk Presiden ke-2 RI, Letjen Soeharto.

Lantas, kenapa Soekarno memberikan Supersemar untuk Soeharto? Simak penjelasannya di bawah ini!

Merujuk dari Modul Sejarah Kemdikbud, faktor melatarbelakangi adanya Supersemar tidak lepas akibat peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

Supersemar dari Soekarno
Supersemar dari Soekarno
Sumber :
  • Kolase Istimewa & Antara

 

Dalam isi Supersemar, Soekarno memberikan perintah kepada Soeharto mengenai situasi keamanan di Indonesia belum stabil, khususnya pada bagian pemerintahan.

Soekarno belum bisa mengembalikan kestabilan kondisi politik dan ekonomi sejak sekelompok PKI memberontak pada 30 September 1965.

Setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan Pahlawan Revolusi, masyarakat terus-menerus menurunkan kepercayaannya terhadap Soekarno.

Kondisi politik dan ekonomi yang belum stabil membuat para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat bergerak pada 12 Januari 1966.

Mereka saat itu memberikan pengajuan yang disebut Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Tiga poin dalam isi Tritura, yakni pembubaran PKI, menyapu bersih Kabinet Dwikora, serta mendesak penurunan harga kebutuhan pokok.

Supersemar akhirnya keluar pada 11 Maret 1966, ini menjadi tanda Soekarno memenuhi tuntutan dari masyarakat terkait pemulihan situasi negara.

Orde Baru resmi dimulai setelah Soeharto mendapat mandat memulihkan citra pemerintah.

Pada momen tersebut Soeharto menjadi Panglima Angkatan Darat dan Pangkopkamtib.

Dalam hal ini, Soeharto setidaknya menjalani tiga isi Supersemar dari Soekarno.

Hingga saat ini, ada tiga versi mengenai isi tiga poin Supersemar yang muncul, di antaranya dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD, Akademi kebangsaan, serta Sekretariat Negara (Setneg).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tiga poin yang mendapat pengakuan dan menjadi acuan Orde Baru sebagai berikut:

  1. Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.
  2. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknya.
  3. Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung jawabnya seperti tersebut di atas.
Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Kejar Target Swasembada Gula Dua Tahun, Peremajaan Sistem Ratoon Tebu Diperluas ke Jatim‑Jateng

Salah satu langkah utama yang digenjot adalah program peremajaan sistem ratoon tebu, yang kini diperluas ke sentra‑sentra produksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan pelaksanaan terbaru di Kabupaten Klaten.
Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

Mangkir Dua Kali, KPK "Belum Berniat" Layangkan Panggilan Ulang ke Nusron Wahid

KPK belum berniat melakukan pemanggilan ulang terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan saat ini KPK hanya tengah melakukan analisis terkait alasan Nusron Wahid tak memenuhi dua panggilan pemeriksaannya sebagai saksi.
Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa Pertanyakan Niat Inara Rusli Beri Kado untuk Anaknya: Untuk Apa?

Wardatina Mawa menanggapi Inara Rusli beri kado untuk anaknya. Ia mempertanyakan maksud pemberian tersebut dan menyinggung soal permintaan maaf.
Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri Berpeluang Cetak Rekor Sempurna di Liga Voli Korea, IBK Altos Jadi Ujian Pertama Bersama Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri berpeluang mencatatkan rekor saat debut bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Catatan impresif tersebut bisa ia bukukan saat laga perdana melawan IBK Altos pada Selasa (3/11/2026) pukul 17.00 WIB.
Persija Jakarta Tanpa Shin Tae-yong di Laga Kontra PSMS Medan, Aqil Savik Tetap Suara Optimisme

Persija Jakarta Tanpa Shin Tae-yong di Laga Kontra PSMS Medan, Aqil Savik Tetap Suara Optimisme

Kiper Persija Jakarta, Aqil Savik, tetap optimistis jelang laga kontra PSMS Medan di I.League Cup 2026-2027. Pelatih Shin Tae-yong tidak akan ikut bersama skuad pada laga ini.
Dana White Akhirnya Buka Suara soal Potensi Duel Alexander Volkanovski vs Justin Gaethje

Dana White Akhirnya Buka Suara soal Potensi Duel Alexander Volkanovski vs Justin Gaethje

Dana White akhirnya buka suara mengenai peluang duel Alexander Volkanovski melawan Justin Gaethje setelah sang juara kelas bulu UFC mengungkapkan keinginannya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Komdis PSSI Resmi Sanksi Persib Bandung Akibat Tak Punya Dokter Tim, Bagaimana AFC?

Komdis PSSI Resmi Sanksi Persib Bandung Akibat Tak Punya Dokter Tim, Bagaimana AFC?

Komdis PSSI memutuskan Persib bersalah dalam pertandingan Super League antara Madura United melawan Persib Bandung karena tak didampingi oleh dokter tim pada 22 Oktober 2026 lalu. 
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Selengkapnya

Viral