News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Strategi Efektif Mengolah Sampah Organik, Ubah Sampah Dapur Jadi Sumber Bernilai

Dengan beberapa kebiasaan sederhana dan alat yang tepat, sampah organik rumah tangga bisa berubah menjadi siklus yang menyehatkan lingkungan sekaligus mengurangi bau dan lalat.
Selasa, 2 Desember 2025 - 10:05 WIB
Ilustrasi sampah.
Sumber :
  • DLH

2. Biopori dan Pengomposan di Tanah
Teknik biopori membuat lubang resapan di tanah yang diisi sampah organik untuk mengembalikan nutrisi sekaligus meningkatkan daya serap air. Metode ini cocok untuk pekarangan yang perlu perbaikan struktur tanah dan membantu mengurangi limpasan air hujan. Biopori sederhana dan tidak membutuhkan peralatan mahal, tetapi tidak menghasilkan kompos yang bisa dipindahkan sehingga lebih tepat digunakan sebagai solusi perbaikan tanah secara lokal.

3. Sistem Larva Black Soldier Fly (BSF)
Metode BSF memanfaatkan larva Hermetia illucens yang dapat menguraikan berbagai sampah organik dalam waktu singkat. Keuntungannya meliputi proses yang relatif cepat, hanya beberapa minggu, pengurangan volume sampah yang signifikan, serta residu berupa frass atau kotoran larva yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Namun sistem ini membutuhkan pengaturan suhu dan kelembapan serta pemisahan antara larva dan residu pada akhir proses, sehingga lebih sesuai untuk lokasi dengan volume sampah cukup besar atau sebagai usaha skala kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Anaerobic Digestion (Biogas)
Pada skala besar digunakan bak fermentasi tertutup untuk mengubah sampah organik menjadi biogas (metana). Metode ini cocok untuk komunitas atau fasilitas yang menghasilkan banyak limbah basah. Modal awalnya relatif tinggi, tetapi menghasilkan energi terbarukan dan residu yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Langkah Praktis Mengelola Sampah Organik di Rumah

1. Pisah Sampah Sejak Dapur
Mulailah dengan menyiapkan tempat terpisah untuk sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, atau ampas kopi. Kosongkan wadah tersebut secara teratur ke komposter atau tempat pengolahan karena kebiasaan ini mengurangi pencemaran silang dan memudahkan pengolahan berikutnya.

2. Pilih Metode yang Sesuai
Untuk ruang sempit dengan volume kecil, pilih komposter pot, karung, atau drum. Jika memiliki pekarangan dan ingin memperbaiki struktur tanah, lakukan biopori. Bila membutuhkan solusi cepat dengan modal terbatas dan ada niat untuk mengembangkan usaha, BSF bisa menjadi pilihan. Pertimbangkan juga waktu yang tersedia untuk perawatan: pembuatan kompos memerlukan pengadukan rutin, BSF perlu pengendalian kelembapan, dan biogas membutuhkan instalasi teknis.

3. Rutin Perawatan dan Pemanenan
Saat membuat kompos, balikkan massa setiap beberapa minggu agar dekomposisi lebih cepat dan bau tidak muncul. Perhatikan kelembapan, jangan sampai terlalu basah, dan tambahkan bahan kering bila perlu. Pada sistem BSF, pisahkan larva matang untuk pakan atau dijual lalu kumpulkan frass sebagai pupuk. Catat hasilnya dan sesuaikan metode dengan kondisi setempat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diduga Nekat Promosikan Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi, Pemerintah RI Ogah Intervensi

Diduga Nekat Promosikan Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi, Pemerintah RI Ogah Intervensi

Sikap tegas ditunjukkan Pemerintah Arab Saudi terhadap praktik haji non-prosedural. Dalam sepekan terakhir, 10 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan telah ditangkap otoritas keamanan setempat. 
LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG? Pemerintah Klaim Bisa Hemat Subsidi Hingga 30 Persen

LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG? Pemerintah Klaim Bisa Hemat Subsidi Hingga 30 Persen

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah serius mengkaji pengalihan konsumsi energi rumah tangga dari LPG 3 kg ke Compressed Natural Gas (CNG). 
Upaya Minimalisir Kecelakaan, Korlantas Polri Pasang ETLE di Perlintasan Sebidang Bekasi Timur

Upaya Minimalisir Kecelakaan, Korlantas Polri Pasang ETLE di Perlintasan Sebidang Bekasi Timur

Kakorlantas Polri terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terutama di perlintasan sebidang kereta api.
Sentil Kebijakan Masa Lalu, Dedi Mulyadi Ungkap Rahasia Agar Jakarta dan Bekasi Bebas Banjir Selamanya

Sentil Kebijakan Masa Lalu, Dedi Mulyadi Ungkap Rahasia Agar Jakarta dan Bekasi Bebas Banjir Selamanya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengungkap rahasia agar wilayah Jakarta dan Bekasi terbebas dari bencana banjir.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Hadirkan Keluarga Aman Yani, KDM Temukan Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu: Hilang sejak 2016

Hadirkan Keluarga Aman Yani, KDM Temukan Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu: Hilang sejak 2016

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mendapat 5 fakta terbaru kasus pembunuhan satu keluarga Haji Syahroni di Indramayu setelah menghadirkan keluarga Aman Yani.

Trending

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Keluarga korban bersaksi di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya yakin 2 terdakwa jadi pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap, 3 alasan utama sertifikat mualaf dokter Richard Lee dicabut, hingga media Malaysia soroti Shin Tae-yong (STY).
Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Bung Ropan Bongkar Alasan John Herdman Panggil Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia

Alasan John Herdman panggil striker Persija Jakarta Eksel Runtukahu ke TC Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 dibongkar oleh pengamat senior Bung Ropan.
Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Perjalanan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Selengkapnya

Viral